Trip Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon

Halo rekan-rekan.
Kali ini saya akan review trip ke Keraton Kasepuhan di Cirebon, Jawa Barat. Salah satu tempat wisata  budaya dan sejarah yang menggambarkan proses peleburan budaya India, Tiongkok, Arab, Eropa, Banten, Sunda, Jawa di bagian-bagian bangunan dan benda-benda peninggalan / pemberian kepada sultan pada masanya.

Perjalanan menuju Keraton ditempuh sekitar 4 jam dari Jakarta berkat tol terintegrasi dari Jakarta – Cikampek – Cipali dengan total biaya sekitar 160 ribu rupiah. Kebetulan kami kemarin berangkat agak siang sekitar jam 10 dan terkena macet di Cikarang – Bekasi karena pembangunan LRT dan pembuatan jalan tol layang. Beritanya ada di sini.

Menurut sejarah, Keraton ini dibangun oleh Pangeran Cakrabuwana putra mahkota Pajajaran pada tahun 1430 (udah lama banget ya, hehe..), kemudian diserahkan kepada putrinya Ratu Ayu Pakungwati sehingga keratonnya sampai sekarang disebut Dalem Agung Pakungwati. Ratu Pakungwati kemudian menikah dengan sepupunya Syech Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal sebagai Sunan Gunung Jati yang kemudian dinobatkan sebagai pimpinan pemerintahan di Cirebon.

Nah kembali ke tempat wisatanya, untuk masuk menggunakan tiket yang  dikenakan harga IDR 15.000,- per orang dewasa, anak-anak tidak dihitung sepertinya. Oh ya, untuk ditemani guide resmi, carilah bapak-bapak yang menggunakan baju adat dengan fee kira-kira IDR 50.000,- atau lebih tergantung keikhlasan yang memberi. Untuk guide-guide lokal lainnya juga ada tapi saya rekomen menggunakan guide resmi.

Nah dari gerbang masuk, kita akan bertemu dengan area kompleks bernama Siti Hinggil (Siti = Tanah, Hinggil = Tinggi) yang dikelilingi tembok bata merah dihiasi oleh beberapa keramik Tiongkok diantara tumpukan bata. Di kompleks ini ditemukan beberapa bangunan tanpa dinding beratap sirap antara lain Mande Pandawa Lima, Mande Malang Semirang, Mande Semar Tinandu, Mande Karesmen dan Mande Pengiring. Masing-masing bangunan mempunyai makna dan peruntukkan.

Dinding Siti Hinggil Dihiasi Ornamen Keramik Tiongkok

Masuk lagi ke dalam, setelah melewati pintu Pengada di sebelah kanan terlihat Langgar Agung, tempat untuk menunaikan ibadah shalat.

Di seberang Langgar Agung sedang dibangun museum pusaka Keraton Kasepuhan, belum tahu kapan selesai pembangunan dan mulai beroperasi

Museum Pusaka di sebelah kiri dan Gerbang Pintu Gledegan di sebelah kanan

Melewati pintu gledegan (disebut gledegan karena dahulu ada dua prajurit bertombak yang memeriksa setiap orang yang masuk dengan suara menggelegar seperti petir/ gledeg), kita melihat Bundaran Dewan Daru di tengah kompleks, musium benda kuno di sebelah kanan, dan musium kereta di sebelah kiri. Setelah puas berfoto-foto di bundaran, kita melangkahkan kaki ke arah kanan dahulu untuk melihat musium benda kuno.

Baju zirah yang konon beratnya 5kg (kayak gendong bayi aja ya, hehe..)
Konon mata sang prabu Siliwangi akan bergerak mengikuti langkah kita, hiiyyyy..

Nah di sudut menuju pintu keluar, terdapat sebuah kursi, sebuah tangga kecil dan kurungan sangkar bambu. Upacara adat Tedak Sinten (menginjak tanah) dilakukan dengan menggunakan seperangkat alat ini. Anak berumur 7 bulan akan dipapah turun dari kursi ke tanah lalu disuruh memilih barang-barang yang ada di dalam sangkar. Bila mengambil padi konon akan menjadi petani, bila memilih uang bakal menjadi pedagang, bila memilih pensil menjadi pegawai, bila memilih buku akan menjadi ahli ilmu, bila memilih kitab suci akan menjadi ahli agama, bila memilih pisau akan menjadi tentara. Wew.. banyak pilihannya hehe.. Upacara ini dimaksudkan untuk melatih kemandirian anak.

Selesai dari musium, melangkahlah kita ke bagian belakang dari Bundaran, yaitu ruangan tempat sultan bertemu tamu, tetapi sekarang pintunya ditutup sehingga kita hanya bisa berfoto di depannya saja

Melangkah lagi ke arah timur, ada musium kereta, berhubung sedang tahap renovasi kita memutar ke arah belakang hanya untuk berfoto dengan kereta Barong yang legendaris itu..

Kereta Barong replika, yang asli ada di dalam museum yang sedang dipugar

Masuk lagi ke arah timur terdapat beberapa obyek seperti Sumur Agung, Sumur Upas, Sumur Tujuh, Paseban, Petilasan P.Cakrabuana, Petilasan Sunan Gunung Jati, dll

Wanita Dilarang Masuk!

Di Petilasan P.Cakrabuana / Petilasan Sunan Gunung Jati terdapat papan larangan wanita dilarang masuk. Konon dari jaman dulu tempat ini digunakan untuk bersemedi para pemimpin kerajaan Cirebon. Adapun larangannya menurut pemandu guide adalah karena wanita kadang sedang datang bulan (menstruasi red.)

Advertisements

Wonderful Disney On Ice – Review

Hai guys, kali ini saya akan review pertunjukan Disney On Ice di ICE – BSD yang dilangsungkan pada tanggal 20 sd 23 April 2017.

disneyonice-sosmed

Berikut harga tiket dan jadwal pertunjukkannya dikutip dari http://disneyoniceindonesia.com/ :

5
Disney On Ice Indonesia Tiket
Show
Disney On Ice Indonesia Show

Nah, kami datang di  hari Minggu yang merupakan hari terakhir pertunjukkan pada pukul 10.30. Berhubung kami datang terlambat hampir 30 menit (maklum, jalanan padat karena berbarengan dengan acara ulang tahun Ferrari Indonesia dan pameran buku Big Bad Wolf di lokasi yang sama), maka sebagian acara tidak bisa kita nikmati.

20170423_130055

Nah, untuk lebih nyaman tidak perlu antri, pemesanan bisa melalui online seperti http://www.tiket.com. http://www.loket.com, maupun langsung ke websitenya http://www.disneyoniceindonesia.com.
Pembelian tiket dihitung per kepala, termasuk anak-anak dibawah 2 tahun dan harus ditemani oleh orangtua atau pengasuhnya, jadi siap-siap rogoh koceknya ya dalam-dalam ya, huehue..

Ada siapa saja sih di dalam pertunjukkan di atas skyrink arena es padat ini? Siapa lagi kalau bukan tokoh-tokoh favorit kita semua. Ada Donald & Daisy Duck, Mickey & Minnie Mouse, dan Goofy yang muncul sebagai pengantar di tiap show.
Shownya sendiri menampilkan ringkasan kisah-kisah tokoh-tokoh Disney, dimulai dari Aladdin & Putri Jasmine, putri duyung Ariel dari kerajaan laut, putri Rapunzel dengan rambut panjangnya, Ikan Dora, Marlin danNemo beserta keluarganya, Woody Toy Story. Pertunjukkan pamungkas ditutup tentu saja dengan kisah putri Elsa dan Anna di film Frozen.

Disney On Ice Indonesia 1 (1)
disneyoniceindonesia
Disney On Ice Indonesia 1 (2)
disneyoniceindonesia
Disney On Ice Indonesia 1 (3)
disneyoniceindonesia
Disney On Ice Indonesia 1 (4)
disneyoniceindonesia rehat

Di tengah show ada waktu rehat sekitar 30 menit. Anda bisa jalan keluar dari stage untuk mendapatkan pop corn atau gulali dengan harga yang pricy (sekitar IDR 80.000,-)

Tapi kesenangan yang didapat anak-anak cukup membuat kami bahagia. Pengalaman menonton secara langsung tokoh-tokoh yang selama ini hanya bisa dilihat di Televisi dan buku (belum sempat ke Disneyland sih, hehe..) membuat kami cukup puas meskipun hanya 2,5 jam pertunjukkan (dipotong istirahat).

Trip Ke Dieng – Rute / Jalur Dari Batang

Halo rekan2. Apa kabar?
Pasti sudah pernah dengar dataran tinggi Dieng.. Malah mungkin sudah ada yang pernah berkunjung ke sana. Keren ya? Banyak tempat tujuan wisata, baik itu wisata bersejarah, wisata panorama alam, maupun wisata penelitian gunung berapi yang masih aktif kumpul jadi satu di Dieng Plateau.

Nah, saya mau membahas mengenai rute untuk menuju Dieng. Dikutip dari website http://www.panduanwisatadieng.com, ada beberapa pilihan rute menuju ke Dieng yaitu :

Start Dari Yogyakarta Yogyakarta Sleman Tempel Magelang Secang Temanggung Parakan Kertek Wonosobo Garung Kejajar Dieng
Start Dari Solo Solo Kartasura Boyolali Ampel Salatiga Bawen Ambarawa Secang Temanggung Parakan Kertek Wonosobo Garung Kejajar Dieng
Start Dari Semarang Semarang Ungaran Bawen Ambarawa Secang Temanggung Parakan Kertek Wonosobo Garung Kejajar Dieng.
Start Dari Magelang Magelang Secang Temanggung Parakan Kertek Wonosobo Garung Kejajar Dieng
Start Dari Purwokerto Purwokerto Sokaraja Purbalingga Bukateja Klampok Banjarnegara Selomerto Wonosobo Garung Kejajar Dieng.
Start Dari Purworejo Purworejo Loano Kepil Sapuran Kalikajar Kertek Wonosobo Garung Kejajar Dieng
Start Dari Kebumen Kebumen Wadaslintang Kaliwiro Selomerto Wonosobo Garung Kejajar Dieng
Start Dari Pekalongan Kajen Linggoasri Paninggaran Kalibening Wanayasa Batur Dieng.

Ke Dieng Naik Bus

Ke Dieng Dari Jakarta:
Dari Terminal Lebak Bulus, atau Rawamangun, atau Kampung Rambutan, cari Bus jurusan Wonosobo. Sesampai di Wonosobo turun di terminal Mendolo, dari Mendolo naik angkot warna kuning ke Kota Wonosobo, Dari kota Wonosobo naik microbus jurusan Dieng.

Ke Dieng Dari Bandung:
Hampir sama seperti rute dari Jakarta ke Dieng Dari Terminal Cicaheum Bandung , cari Bus jurusan Wonosobo (ex: Po. Handoyo atau SinarJaya). Sesampai di Wonosobo turun di terminal Mendolo, dari Mendolo naik angkot warna kuning ke Kota Wonosobo, Dari kota Wonosobo naik microbus jurusan Dieng.

Ke Dieng Dari Semarang:
Dari terminal Terboyo cari Bus jurusan Wonosobo. Sesampai di Wonosobo turun di terminal Mendolo, dari Mendolo naik angkot warna kuning ke Kota Wonosobo, Dari kota Wonosobo naik microbus jurusan Dieng.

Ke Dieng Dari Jogja:
Dari Terminal Umbul Harjo atau Jombor cari Bus jurusan Magelang, Dari Magelang ke Wonosobo. Sesampai di Wonosobo turun di terminal Mendolo, dari Mendolo naik angkot warna kuning ke Kota Wonosobo, Dari kota Wonosobo naik microbus jurusan Dieng.

Ke Dieng Dari Purwokerto:
Dari terminal Purwokerto cari Bus jurusan Wonosobo. Sesampai di Wonosobo turun di terminal Mendolo, dari Mendolo naik angkot warna kuning ke Kota Wonosobo, Dari kota Wonosobo naik microbus jurusan Dieng.

 

Nah komplit ya, hehe.. Memang ke Dieng sementara baru bisa menggunakan kendaraan via jalur darat. Belum ada kereta maupun bandara untuk mencapainya. Saya akan coba bahas dari rute yang kemarin saya lalui yaitu via kabupaten Batang.

9

Jalur yang dilalui sejak dari Alun-alun Batang berupa 2 jalur lebar sekitar 6 meter berupa aspal. Lumayan bagus aspalnya membuat saya bisa melaju di kecepatan 50-60 km/jam. Setelah melewati Blado, Anda akan menyusuri jalan beton yang semakin menyempit dan kemudian bertemu tempat wisata yang Instagrammable lho, namanya Sikembang – kawasan hutan Pinus yang disulap jadi tempat bermain dan berfoto ria. Foto-fotonya bisa dilihat di link ini.

Nah setelah melewati Sikembang ini, Anda akan mengikuti jalan menanjak dan berkelok-kelok melewati hutan dan ladang.


Agak was-was juga apabila kendaraan mengalami masalah karena rumah penduduk berjauhan dan bengkel pun sudah dipastikan tidak dekat jaraknya. Mobil saya pun sempat hampir overheat (ditandai temperatur mesin mendekati warna merah), sehingga memaksa saya berhenti 3 kali untuk mendinginkan mesin dan menambah cairan radiator. Ada dua kendaraan yang ikut berhenti, yang satu karena sudah kebanyakan membakar ampas kopling, yang satu lagi tidak sanggup menanjak karena kepenuhan! haha.. Rasa tegang dan khawatir sedikit terobati dengan pemandangan perkebunan dan gunung di kanan-kiri jalan yang sebagian dikelilingi kabut, meskipun tegangnya datang terus hehe..

Para penumpang menyempatkan diri berpose ria untuk melepas ketegangan yang masih dirasa oleh sopir, haha.. Kurang asem!

7

8

Jalur Dieng via Batang ini merupakan jalur tercepat apabila Anda melewati Pantura, ditempuh dalam waktu 2 jam 30 menit (menurut mbah Google). Tetapi rute tanjakan yang berkelok-kelok dan ekstrim mengharuskan Anda untuk mempersiapkan kendaraan supaya lebih prima (rem, kopling, radiator, mesin, dll). Gak mau khan kalau sampe mogok dan harus bermalam di tengah hutan? Hiiiyy..

Ada pula kaskuser yang mereview perjalanannya di link ini, video review jalannya dari Batang – Dieng di sini, sedangkan video dari Dieng – Batang ada di sini

Trip Wisata Sikembang – Batang

Halo rekan-rekan.
Kali ini saya akan berbagi pengalaman dan foto-foto trip perjalanan di tempat wisata hutan Pinus yang eksotis di desa Kembanglangit, daerah Kabupaten Batang – Jawa Tengah.

Sebenarnya perjalanan ke tempat wisata ini tidak disengaja, karena tujuan kami adalah Dataran Tinggi Dieng. Nah menurut informasi pengasuhnya anak-anak yang kampungnya tidak jauh dari Sikembang bahwa tempat ini asyik untuk foto-foto, membuat kami ingin singgah ke Sikembang.

Sikembang1
Rute Trip Pekalongan – Sikembang
1
Tiket masuk Sikembang
2
Gerbang Wisata Sikembang

Ada apa aja sih di lokasi wisata ini? Selain deretan hutan pinus, Anda bisa menemukan berbagai bangunan pos dari kayu untuk melihat pemandangan dari atas pos, ada jembatan kayu yang melintang di atas tebing, ada payung warna-warni yang digantung sedemikian rupa (efek kontras dengan warna hijau daun dan warna coklat batang pohon), ada hammock/tempat tidur gantung yang dipasang bersusun tiga, ada tempat bermain anak, ada saung untuk beristirahat, dan masih banyak lagi. Langsung saja ya lihat foto2nya. Yang pasti instagram-able deh..

4
Wisata Sikembang
5
Wisata Sikembang
6
Wisata Sikembang – Ada yang lagi foto ultah
7
Wisata Sikembang – jembatan kayu dengan latar jalan berkelok S
8
Wisata Sikembang – bisa sewa ATV juga lho
9
Wisata Sikembang – payung warna warni
10
Wisata Sikembang – Hammock 
11
Wisata Sikembang
13
Wisata Sikembang – tempat bermain anak

Oh ya, tambahan biaya untuk menggunakan sarana di dalam area :
1. Naik dan foto di Hammock susun : Rp. 2000,- / orang (yang katanya bisa sepuasnya foto, tapi jadi kasihan sama yang antri kalo kelamaan)
2. Naik ATV : Rp 20.000,- / putaran sekitar 1 km (kata mas penjaganya)
3. Toilet : Rp 2.000,- / orang

 

Wisata Batu Goong

Halo rekan-rekan, sudah ada yang tahu tempat wisata Batu Goong yang terletak di jalan raya Jiput, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang? Atau mungkin sudah ada yang pernah kesana?
Nah, selain terkenal dengan wisata pantainya, Carita dan Ujungkulon, ternyata masih ada satu tempat wisata yang kurang ter-ekspos, cagar budaya pula! Tempat apakah itu?

Batu Goong 1
Petunjuk Lokasi Wisata Dari Arah Pandeglang (abaikan baju2 yang dijemur, hehe..)

Dari papan petunjuk yang tertera di samping jalan Jiput, tertulis bahwa Situs Citaman merupakan kolam Megalitik terbesar yang ditemukan, dan berusia ratusan tahun menurut para peneliti yang menemukan situs ini di tahun 1993. Selain kolam, terdapat pula jajaran batu yang konon merupakan peninggalan para Bhiksu Budha ketika sedang memanjatkan doa dan melakukan ritual.

Pasti penasaran ya? Yuk langsung saja kita jalan.

Rute Jakarta Batu Goong
Dari Tol Jakarta – Tangerang kalo lancar sekitar 2,5 jam (menurut Google Maps)
Batu Goong simpang
Simpang Tiga (yang kolam alami ke arah kiri ya..)
Batu Goong Jalan Setapak
Jalan Setapak Menuju Kolam Disuguhi Pemandangan Sawah

Karcis Masuk Batu Goong

Ada beberapa kolam yang bisa kalian diving-i hehe.. Dan ternyata airnya dingin banget!
Karena airnya jernih, sensasi diving di kolam air tawar sambil melihat ikan-ikan kecil berenang dan selfie dalam air mungkin akan menjadi keasyikan tersendiri buat kalian.

Untuk mencapai situs Batu Goong sendiri, kalian harus naik ke bukit sekitar 300 meter, oh ya karena tidak ada petunjuk jalan, usahakan tanya ke ibu penjaga warung di area kolam (beruntung bila ada yang mau mengantar).

warung batu goong
Warung2 Di Sekitar Kolam Batu Goong
Situs Batu Goong
Situs Batu Goong
Museum Batu Goong
Museum Batu Goong (abaikan kelapa yang ditumpuk di lantai ya..)

Tips Hiking (Kesehatan) Naik Gunung

Pada tanggal 28-30 Juni kemarin, saya berkesempatan mengikuti rombongan teman-teman berjumlah total 9 orang naik ke gunung Gede via Cibodas dengan SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi) 3 hari 2 malam kembali ke Cibodas.
Rencana itinerary awal adalah naik lewat Cibodas – bermalam di Kandang Badak – naik ke puncak Gede untuk melihat sunrise – lanjut turun ke alun-alun Surya Kencana untuk bermalam – kembali ke puncak dan kemudian turun ke Cibodas. Tetapi karena fisik beberapa rekan (termasuk saya) sudah tidak memungkinkan, akhirnya kita turun langsung via gunung Putri.

Untuk membawa peralatan memasak dan lain-lain (serta mengurangi beban otot bahu dan otot punggung kami tentunya), kami memutuskan menyewa 3 orang porter dengan biaya 1 orang IDR 600k semalam.

Kira-kira berikut tips kesehatan dari saya :
1. Usahakan latihan fisik dahulu sebelum berangkat
Minimal 2 minggu sebelum naik Anda sudah berlatih kardio, seperti Treadmill, berenang, bersepeda. Jangan pernah menyepelekan kondisi fisik ketika naik gunung! Saya yang terbiasa olahraga sepeda dan basket 2-3x setiap minggu saja merasakan lelah dan fatigue yang luar biasa. Apalagi untuk Anda yang mungkin baru pertama kali naik gunung. Anda wajib menceritakan ke teman perjalanan Anda pengalaman hiking sebelumnya apakah itu naik bukit, hiking acara sekolah/kampus, wisata teawalk (hehe.. *ColekImelda*), dan lainnya serta kapan terakhir Anda naik. Ceritakan jauh sebelum berangkat lho ya, bukan ceritakan ketika jalan naik *TepokJidat*

2. Punya penyakit bawaan? Lebih ekstra persiapannya lho..
Beritahu kawan-kawan Anda selengkap-lengkapnya tentang riwayat penyakit yang Anda derita, bila perlu konsultasikan ke dokter dahulu. Jangan lupa membawa obat2an pribadi dan perlengkapan kesehatan lainnya. Jangan sampai cerita horor beberapa kejadian pendaki yang mendadak sakit di atas gunung dan membutuhkan pertolongan segera, menimpa Anda.. Amit-amit *KnockOnWood*

3. Bawalah obat2an yang sekiranya diperlukan.
Obat nyeri seperti Paracetamol, obat Diare seperti Loperamide maupun yang mengandung Karbon aktif, krim penghilang nyeri, koyo untuk nyeri otot, obat maag, bawalah pula alat kesehatan seperti perban warna coklat, kasa steril, plester. Tidak perlu membawa foto mantan untuk mengobati sakit hati Anda, hehe..

4. Gear yang sesuai.
Pakailah pakaian dan celana yang ringan berbahan dry-fit/polyester ketika naik. Membantu sekali mengeluarkan keringat dan kelembaban dari tubuh Anda. Usahakan celana panjang untuk menghindari luka-luka lecet maupun serangan lintah ketika melewati sungai atau area tertentu. Pakailah sepatu gunung minimal setinggi mata kaki untuk melindungi kaki dari cedera ankle, muscle sprain/strain. Bawa juga trekking pole atau tongkat kayu yang akan membantu sekali menopang kelebihan lemak di tubuh Anda.

5. Bawalah snack dengan indeks glisemik tinggi, seperti pisang, cokelat batangan, gula aren, dll. Anda membutuhkan tenaga ekstra dan eksplosif ketika berjibaku dengan tanjakan curam serta ransel carrier di bahu Anda. Hiraukan dulu beban hidup Anda bung! It’s the refreshments that you’re after!

6. Proses aklimitasi? Dont worry.
Tubuh akan menyesuaikan kondisi kadar oksigen yang berkurang di ketinggian (terutama di atas 2,438 mdpl) dengan cara bernafas lebih cepat dan dalam, jantung berdetak lebih cepat. Para pendaki profesional menggunakan prinsip Climb High – Sleep Low yang artinya dakilah setinggi-tingginya pada pagi-sore hari dan tidurlah di ketinggian yang disesuaikan. Semakin tinggi, batasi jarak pendakian untuk istirahat malam Anda. Jadi ketika jantung Anda berdetak lebih cepat seperti ketika ketemu gebetan, jangan panik ya, hehe..

7. Pelindung dari luka bakar sengatan matahari.
Anda bisa gunakan sunblock, topi, buff slayer, kacamata hitam, lengan panjang dll. Biasanya ketika suhu dingin dan awan yang bergelantungan malah membuat Anda tidak merasakan bahkan menyepelekan panasnya sinar matahari. Coba Anda sepelekan pasangan Anda, sama kok panasnya suasana yang akan terjadi, haha..

8. Cairan minum sangat penting, jangan sampai kekurangan.
Anda bisa juga membawa minuman elektrolit untuk menghindari kram, tetapi air mineral sudah cukup kok. Perhatikan warna urine Anda, ketika sudah agak pekat seperti air teh, maka Anda perlu tambahan cairan minum. Bawa filter air sangat membantu sekali ketika Anda terpaksa mengambil air dari sumber air yang diragukan kebersihannya.

9. Takut Hipotermi?
Ya bawalah pakaian hangat. Siapkan longjohn, jaket, kaos kaki, sarung tangan, sleeping bag tebal, topi kupluk untuk kenyamanan Anda bertarung dengan dinginnya suhu udara subuh hari.

10. Massage ketika pulang?
Pilih yang pijat urut bukan pijat enak ya. Memang selain mengurai asam laktat yang menumpuk, terasa agak nyeri ketika diurut karena otot Anda akan dikembalikan ke posisi semula. Fyi, kaki saya baru bisa digunakan kembali (tanpa nyeri ketika berjalan) di H+5. Jadi untuk Anda yang pekerjaannya membutuhkan mobilitas tinggi, bisa diatur lagi jadwal cuti dan naik gunungnya ya.
Oke sekian dulu, apabila ada yang kurang mohon ditambahkan di komentar yaa…

Ketika naik gunung, gunakan selalu prinsip : Tidak mau merepotkan orang lain. Jadi persiapkan diri Anda sebaik2nya ya..

Wisata Bukittinggi

Tanggal 26 Maret lalu, saya mempunyai kesempatan langka wisata sejarah dan pemandangan di kota Bukittinggi, kota sejuk di ketinggian 930m dari permukaan laut dan berjarak 150 menit (90km) dari ibukota Sumatera Barat,  Padang.
Nah langsung saja ya..
Perjalanan dari Padang bisa ditempuh dengan travel, taxy, maupun rental mobil.

image
Tarif Rental Mobil Bandara

Paling ekonomis adalah menggunakan travel dengan tiket seharga IDR 60ribu. Untuk mencapai travel ini Anda harus naik taksi (tenang ongkos taksi sudah termasuk tiket yang akan diganti oleh pihak travel)

Saya menginap di hotel Dymens, menurut info dari resepsionis dan perhitungan waktu yang saya punya, saya memilih berdasarkan urutan :
1.  Ngarai Sianok
Dengan angkot merah warna 014 & 015 saya bisa berhenti tepat di depan taman Panorama.
Tarif angkot jauh dekat sama yaitu IDR 3.000, -.  Murah ya, hehe..
Tarif masuk adalah IDR 5ribu.

image

Ngarai ini dalamnya sekitar 100 meter, membentang sepanjang 15 km dengan lebar 200 meter. Pemandangan yang indah dan semilir angin yang sejuk membuat Anda betah berlama-lama di sini.

image

2. Lubang Jepang

Ngarai Sianok bersebelahan dengan Lubang Jepang. Kenapa disebut Lubang? Karena merupakan buatan manusia (para pekerja lokal dari Jawa, Sulawesi dan Kalimantan yang diperintahkan oleh tentara Jepang untuk membuat tempat perbekalan dan perlengkapan).
Seperti yang kita tahu dari pelajaran sejarah, ketika Jepang menduduki tanah air, kota ini menjadi pusat militer tentara Jepang di Indonesia. Banyak cerita memilukan yang diutarakan oleh pemandu (Anda membayar sekitar IDR 60ribu untuk tour sekitar 20 menit berkeliling di dalam kompleks) tentang para pekerja paksa (Romusha) yang meninggal saat pembangunan fasilitas ini.

Lubang yang mempunyai panjang 1400 m, lebar 2 m dan kedalaman mencapai 49 m di bawah permukaan tanah ini dibangun selama kurang lebih 3 tahun

image

image
Denah Peta Lobang Jepang
image
Jogging di sini yuk..

Pemandu menceritakan betapa rahasianya proyek ini, sehingga pekerja pun didatangkan dari luar pulau, dan apabila ada pekerja yang meninggal mayatnya akan dipotong-potong di ruangan Dapur dan kemudian dibuang ke lubang di bagian bawah yang mengarah langsung ke Ngarai Sianok. Kenapa dipotong? Supaya tidak nyangkut di lubang. Hiiyy..

image
Lebih horror dari yang Anda lihat di foto

Tapi pengakuan berbeda dikeluarkan oleh salah satu staf tentara Jepang saat itu :

Tak Ada Kerja Paksa

ADALAH Hirotada Honjyo, lahir 1 Januari 1908, di kota kecil Iizuka, Provinsi Fukuoka, Kepulauan Kyushu, Jepang Selatan. Tamatan Fukultas Hukum, Hosei University, Tokyo, penggemar olahraga rugby ini, bekerja di perusahaan tambang batu bara, Asou Koggyo. Ia beroleh pengetahuan dasar tentang pertambangan dan terowongan. Berikut ini penuturannya yang ditulis tanggal 17 April 1997. Ia meninggal dunia tahun 2001.

Honjyo-san harus membuat “lubang perlindungan” di Ngarai Bukittinggi, atas instruksi Panglima Divisi ke-25 Angkatan Darat Bala Tentera Jepang, Letjen Moritake Tanabe. Waktu itu, ia berpangkat Kapten Angkatan Darat, perwira staf keuangan, sebagai jurubayar, untuk merencanakan, membuat dan mengawasi pelaksanaan sebuah “lubang perlindungan”.

Semua berkas mengenai rencana, gambar, spesifikasi dan anggarannya, sudah tidak ada lagi. Semua dibakar sesaat balatentara Jepang kalah, tanggal 15 Agustus 1945, sesuai perintah Panglima Letjen Moritake Tanabe. “Walaupun telah lewat 50 tahun lebih, saya masih ingat menggambarkan dan menyatakan cara pembuatan dan perencanaan pelaksanaan lubang lindungan tersebut,” kata Hojyo-san.

Konstruksinya mulai dikerjakan bulan Maret 1944, dan selesai pada awal Juni 1944. “Hal ini tidak bisa saya lupakan, karena sampai sekarang ada album kenang-kenangan yang saya simpan,” katanya. Pembuatan terowongan  dikerjakan di bawah pimpinan tiga ahli tambang batubara, dikirim dari perusahaan Hokkaido — Tanko Kisen Co. Perusahaan tambang batu bara terkenal di Hokkaido ini selama pendudukan balatentera Jepang, juga mengerjakan tambang batubara Ombilin.

Ketiga ahli terowongan itu adalah (1) Ir. Toshihiko Kubota, sebagai ketua, (2) Ir. Ichizo Kudo (3) Ir. Uhei Koasa. Mereka sudah meninggal. Selain dari orang-orang Jepang, ada juga beberapa orang Indonesia yang bekerja di tambang batubara Ombilin diperbantukan mengerjakan “lubang perlindungan” ini.

Saya adalah seorang perwira staf keuangan, sebagai ahli jurubayar dan selama bertugas tidak menggunakan kekuasaan tentara dan fasilitas lainnya,” kata Honjyo-san. “Kepada saya diperbantukan seorang sersan dari Markas Besar Panglima dan beberapa lori untuk keperluan angkutan kerja”.

Selama tiga bulan bertugas, katanya, tidak ada terjadi insiden atau kecelakaan. Dan selama bertugas tidak menggunakan senjata, baik senjata berupa pedang samurai maupun senjata api lainnya. “Lubang perlindungan Jepang” itu tidak merupakan benteng pertahanan. tapi hanyalah lubang untuk melindungi diri. Supaya terhindar dari serangan bahaya udara.

Instruksi Panglima Divisi ke-25 Angkatan Darat Balatentara Jepang itu menyebutkan lagi: (1) membuat sebuah lubang perlindungan yang bisa menahan getaran letusan bom sekuat 500kg. (2) membuat lubang perlindungan yang dilengkapi dengan ruangan-ruangan untuk keperluan Markas Besar, ruang kantor dan fasilitas-fasilitas lainnya untuk keperluan Divisi ke-25 Angantan Darat.

Konstruksi lubang perlindungan tersebut tidak rahasia dan tidak ada yang perlu dijaga. Untuk bisa menahan getaran letusan bom di atas 500kg, perlu  penggalian sedalam 40-meter dari permukaan bumi atau 20-m dari ujung penggalian jurang tebing. Untuk menguatkan dan kokohnya dinding lubang, dibuat bentuk “torii-gumi” — menyerupai pintu depan lambang agama Shinto. Yaitu bagian bawah lebih besar daripada bagian atas.

Sumber : ED Zoelverdi

image
Pintu keluar sisi samping

Sesampainya di pintu keluar, saya memutuskan untuk menggunakan jasa ojek untuk mengantar saya ke beberapa destinasi untuk menghemat waktu.

Tips hemat ala saya :
1. Apabila Anda datang sendiri atau hanya berdua dan merasa keberatan dengan tarif pemandu (antara 60ribu sd 80ribu, tergantung penawaran dan permintaan tips tambahan dari si pemandu, hehe..), Anda bisa mendengarkan penjelasan pemandu dengan mengikuti rombongan lain yang cukup besar (dari jarak agak jauh, tentunya! supaya tidak dianggap nebeng gratisan padahal iya haha..!)2. Jangan malu bertanya, Anda akan hemat tenaga dan waktu (daripada tersesat dan harus kembali keluar naik tangga lagi haha)

2. Benteng Fort De Kock

image

Benteng ini bersebelahan dengan taman margasatwa dan budaya Kinantan

3. Jam Gadang

image

Jam yang merupakan pemberian ratu Belanda dan dibangun di tahun 1926 ini mempunyai keunikan di angka 4 yang terlihat angka romawi IIII bukan IV, karena berdasarkan cerita ada empat orang pekerja yang meninggal selama pembangunan menara ini.
Untuk mencapainya Anda bisa menggunakan angkot trayek 03 dan 06.

4. Pustaka Bung Hatta

Berlokasi di Bukit Gulai Bancah, bersebelahan dengan kompleks kantor walikota.

image

5.  Kantor Walikota

image

image

Tips hemat ala saya :
1. Hemat waktu dan tenagaApabila waktu Anda terbatas, dan Anda hanya ingin sightseeing saja, Anda bisa menggunakan jasa ojeg untuk berkeliling, termasuk ke kawasan Bukit Gulai Bancah. Dengan tarif sekitar 40-50ribu (rute Lobang Jepang – Benteng Fort De Kock – Jam Gadang – Pustaka Nasional – Kantor Walikota – kota (hotel)
Waktu yang saya tempuh kurang dari 2 jam untuk menikmati semua yang saya sebutkan di atas.
2. Hemat uang
Apabila waktu Anda panjang, Anda bisa sediakan uang receh seribuan dan dua ribuan di kantong Anda untuk menghindari alasan tidak ada kembalian dari sopir angkot, hehe..
Cukup dengan berkeliling naik angkot, Anda bisa mengunjungi semua tempat wisata di atas, kecuali ke Bukit Gulai Bancah yang mengharuskan Anda berganti 2 kali angkot (kecuali Anda sedang program diet dan bawa baju ganti supaya sampai lokasi, bayangan keringat di ketiak Anda tidak mengganggu penampakan selfie, hehe..)