New Wave Marketing

era New Wave Marketing

Advertisements

Baru saja baca tulisan Hermawan Kertajaya tentang New Wave Marketing. Menarik! Sudah hampir 2 tahun istilah ini didengungkan oleh beliau, tetapi ketika melihat realita yang ada, begitulah yang terjadi. Sekarang jamannya I-report dan I-journalism, dalam artian orang ke tiga akan sukarela me-report dan jadi wartawan untuk Anda, asal mereka suka. Anda tidak bisa membayar dan mereka biasanya tidak mau dibayar karena mereka lebih suka sesuatu yang natural.

Anda bisa membuat sebuah blog; menciptakan komunitas tersendiri di dunia maya termasuk media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, ; atau membuat suatu event diskusi berhadiah. Misalnya ada blog yang khusus memuat tentang komunitas merek kendaraan roda dua tertentu, yang dinaungi dan disponsori oleh produsen kendaraan roda dua tersebut. Atau event berhadiah seperti kontes menuliskan kesan pesan tentang suatu produk dengan imbalan hadiah produk itu sendiri. Siapa yang tidak mau? hehe.. Ujung-ujungnya akan menggenjot jumlah sales yang ada. Mantab bukan? Konsumen puas, pihak yang mereview juga sukarela, dan Anda sendiri akan puas karena dana Anda tidak akan habis untuk pasang iklan.

Yang paling sederhana, mintalah sedikit testimonial dari orang-orang yang pernah berbelanja kepada Anda.

Mau yang lebih ekstrim? Kirimkan produk Anda gratis ke seorang publik figure, dan sebagai timbal balik, mintalah secuil testimonial serta tanda tangan yang bersangkutan. Tetapi produk Anda juga harus bagus lho ya..

BELAJAR DARI GOOGLE ADSENSE

google-adsense-logo

Dahulu, sebelum keluar konsep Adsense dari Google, orang mengiklankan produk mereka lewat Adwords, bahkan website dengan ranking rendah harus memasang iklan lewat jalur offline untuk mendapatkan respon yang nyata dari calon konsumen.

Dengan munculnya AdSense, orang dapat mengiklankan produk mereka di berbagai website yang sesuai dengan produk yang mereka jual. Konsumen yang tertarik pada produk tersebut dapat meng-klik untuk langsung tersambung dengan website produk itu, sedangkan pemilik website tempat iklan terpasang akan mendapatkan komisi dari Google. Semuanya diatur oleh Google.

Perusahaan tidak perlu menyewa tim pembuat iklan professional yang mahal. Cukup dengan beberapa kata menarik tentang bisnis mereka, kemudian mendaftar gratis di Google AdSense, maka iklan mereka akan terpampang di berbagai website. Sedangkan pemilik website harus membangun konten (isi) yang menarik, dan sesuai dengan yang akan di-iklankan. Untuk itu mereka mendapat ganjaran berupa komisi PPC (Pay Per Click) dari iklan yang ada di website mereka. Konsumen mendapatkan barang/jasa yang mereka cari, dan Google sendiri dengan ide briliannya mempertemukan konsumen yang membutuhkan dengan produsen menerima banyak pendapatan dari AdSense ini..

Dilihat dari segi bisnis, Google Adsense menguntungkan berbagai pihak. Dengan sistem bisnis seperti ini, Google mendominasi pasar iklan melalui intenet. Market Cap saham Google membludak, dan harga sahamnya melambung tinggi (termasuk tidak terlalu berpengaruh ketika terjadi US market crash di tahun 2007)

Apa pelajaran yang bisa diambil dari Google AdSense ini? Bahwa dengan membuat bisnis yang menguntungkan semua pihak, otomatis keuntungan jangka panjang akan mengikuti, atau dengan prinsip Win-Win Solution : Saya membuat Anda menang dahulu, saya otomatis menyusul menang.