3 Cara Melawan Ketakutan Semu

Pernahkah Anda membayangkan berbagai skenario hal-hal negatif akan terjadi dan kemudian merasa takut? Biasanya terjadi sebelum Anda bertindak, betul?


Salah satu sahabat dan staf saya suatu hari ketakutan karena harus pindah tempat tinggal dari daerah kota ke daerah proyek yang masih sepi. Setelah tinggal beberapa hari, dia mengaku “Wah ternyata gak seseram yang saya kira. Tempatnya malah lebih enak, lebih tenang dan udara lebih sejuk” 

Kalau saya? Sering, haha.. Terkadang saya berprasangka buruk pada orang lain, menghindari rasa sakit yang (mungkin) akan dirasakan, membayangkan (kemungkinan) kegagalan, dan banyak hal negatif (mungkin2) lainnya.

Why not switch that fear images to your own images of goals, your images of dreams? Caranya?

1. Tarik nafas dalam2 kemudian hitung mundur mulai dari 3 – 2 – 1 – GO! Lakukan apa yang perlu Anda lakukan saat itu juga. Kecemasan langsung berkurang dan keberanian akan muncul. Praktikkan ya..

2. Rubah gerak Anda. Misalnya sebelum telepon klien/konsumen, lakukan gerakan loncat2 sambil mengingat prestasi Anda. Setelah senyum mengembang (mengingat piala masa kecil atau nilai bagus), lakukan!

3. Rationing with yourself. Tanyakan pada diri Anda : apa ruginya jika tidak saya lakukan? Apa untungnya jika tidak saya lakukan?

Oke guys sementara itu dulu ya, nanti kalo ada tambahan saya sambung lagi.

Advertisements

Sukses Adalah Keputusan

Lho kok bisa? Bisa! Karena nasib hidup ada di tangan Anda sendiri.

Sukses adalah hasil dari keputusan yang benar. Keputusan yang benar adalah hasil dari pengalaman. Pengalaman adalah hasil dari keputusan yang salah. Jadi keputusan apapun, baik benar maupun salah bisa sama-sama mencapai kesuksesan, proses yang memang harus dijalani betapapun beratnya kondisi yang Anda alami sekarang. Just keep moving forward, bro!

Tapi tunggu dulu. Sudahkah Anda sendiri memutuskan untuk menjadi sukses?

Over the Anger

When anger, hate and negative thoughts consume you, take your time to think over and over and over again.. Is it worth it (bad things you’re about to do)?

Think of the positive sides of the person/situation, think of something good will happen, think of your own sake. Let go of the bad thoughts and let the peace warm you inside out.

Ditolak? Sakitnya Tuh Di…

“Pak, untuk sementara kami belum bisa support proyek bapak”, ucap Head Credit sebuah bank pelat merah, diiringi anggukan pelan kepala cabang di ruangannya yang sudah dingin itu.
Teh hangat manis yang sedari tadi sudah disuguhkan tak mampu menarik minatku lagi, meski mereka berkali-kali menawarkan hanya untuk memecah kesunyian dan kecanggungan obrolan kami.

“Wah, saya sudah keluar invest banyak pak, bagaimana ke depannya ya? Terus terang kami berharap sekali support dari institusi bapak, supaya orang-orang di belakang kami masih bisa terus bekerja, supaya customer yang sudah pesan tidak kecewa”, bagai gelandangan kelaparan yang mengiba kepada para pengunjung restoran, saya mencoba memberikan argumen terakhir meskipun tahu sanggahan seperti apapun tidak akan merubah keputusan mereka.
“Ya sudah pak, saya cuma bisa titip ini berarti..”, dengan enggan saya membuka tas ransel kumal saya untuk mengeluarkan berkas-berkas perusahaan dan pengajuan dari para konsumen. Sambil tetap berusaha tersenyum, senyum yang pedih.

Setelah mengucapkan salam, saya melangkah gontai turun dari lantai atas menuju ke pusat perbelanjaan yang memang satu kompleks dengan bank tersebut. Saya mengambil handphone dan menon-aktifkan plane mode yang sedari tadi saya aktifkan demi rapat penting tersebut. Nomor handphone di list favorit langsung saya cari untuk mengabarkan ke ujung sana.
“Halo papi!” “Papi lagi apa?”, suara anak keduaku langsung membuatku tersadar dari lamunan. Tak terasa air mata mengalir dan suaraku tercekat bergetar. Emosi yang sedari tadi kutahan akhirnya tumpah juga.
“Halo.. papi abis meeting, eh mana mami?”
“Papi papi, handphone apotek hilang!” kata anak sulungku merebut hp maminya dari tangan adiknya. “Oh ya papi, aku hari ini sudah berubah lho, udah bisa jagain adik-adik. Biar gak bikin papi mami sedih”
“Wah hebat! Boy, kamu harus tetap seperti itu ya, jagain adik-adik. Bagus pertahankan ya!” suara saya yang bergetar tertutup di keramaian mall.

Rekan-rekan, kisah ini terjadi tadi pagi tanggal 28 Juli 2017 tepat pukul 10.11, dua jam sejak awal rapat. Saya terus terang jarang sekali mendapatkan penolakan. Sekali penolakan yang traumatis adalah ketika summer camp agama Budha di puncak. Dua orang peserta mengaku tidak suka mulai dari cara saya berpendapat, gaya berpakaian, sampai cara saya merokok (padahal saya gak merokok!) ketika sedang rapat di hadapan orang banyak. Not a good way to judge someone you don’t even know in front of a crowd.
Penolakan kali ini rasanya beberapa kali lipat dari saat itu. Semoga tidak traumatis lagi *crossingfingers* *imsorryplsforgivemeiloveuthanku*. Tetapi yang membuat emosi begitu membuncah adalah pikiran tentang harapan mereka yang ada di belakang perusahaan ini, harapan para konsumen yang sudah menitipkan kepercayaan berupa uang muka, dan harapan keluarga kecil saya.

Memang saya akui ketika mereka memaparkan alasan-alasan penolakan tersebut, saya seperti kena skak mat berkali-kali. Salah saya terlalu gampang percaya kepada orang, salah saya tidak melakukan riset terlebih dahulu, salah saya yang menganggap remeh, salah saya tidak mau berusaha lebih ekstra di marketing, dan salah-salah SAYA yang lainnya. Kenapa saya di bold dan digaris bawah? Because I take 100% responsibility of my own life.

“Life is 10% what happens to you and 90% how you react to it.” – Charles R. Swindoll

Setelah melakukan pemikiran positif apa yang akan terjadi, merenung berkali-kali tentang berapa banyak orang di belakang saya, mengubah postur tubuh positif, siangnya saya memutuskan untuk move on dan bertekad membuktikan bahwa mereka salah! Saya berkeliling kota untuk mencari inspirasi dan bertemu beberapa kenalan baru di bidang yang saya geluti. Tidak mudah memang, mengambil keputusan untuk maju terus dan membakar jembatan di belakang saya.
Hey, come on! Masalahmu tidak sebesar yang kamu kira! Going bankrupt is not the end of the world! Masih banyak orang yang masalahnya lebih besar darimu dan mereka survive. What doesn’t kill you makes you stronger.
Anda sendiri pernahkah ditolak dan kemudian menjadi down?

Note : Apabila Anda belum terbayang perasaan stress saya waktu itu, sempat terbersit keinginan untuk melompat dari lantai atas mall lho!
Untung saya malas naik ke atas, haha…

Terima kasih sudah membaca, berkunjung & memberikan komentar apabila peduli.
Saya menulis ini karena saya peduli. Sharing is caring. The more you share, the more you’ll get in return

Trip Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon

Halo rekan-rekan.
Kali ini saya akan review trip ke Keraton Kasepuhan di Cirebon, Jawa Barat. Salah satu tempat wisata  budaya dan sejarah yang menggambarkan proses peleburan budaya India, Tiongkok, Arab, Eropa, Banten, Sunda, Jawa di bagian-bagian bangunan dan benda-benda peninggalan / pemberian kepada sultan pada masanya.

Perjalanan menuju Keraton ditempuh sekitar 4 jam dari Jakarta berkat tol terintegrasi dari Jakarta – Cikampek – Cipali dengan total biaya sekitar 160 ribu rupiah. Kebetulan kami kemarin berangkat agak siang sekitar jam 10 dan terkena macet di Cikarang – Bekasi karena pembangunan LRT dan pembuatan jalan tol layang. Beritanya ada di sini.

Menurut sejarah, Keraton ini dibangun oleh Pangeran Cakrabuwana putra mahkota Pajajaran pada tahun 1430 (udah lama banget ya, hehe..), kemudian diserahkan kepada putrinya Ratu Ayu Pakungwati sehingga keratonnya sampai sekarang disebut Dalem Agung Pakungwati. Ratu Pakungwati kemudian menikah dengan sepupunya Syech Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal sebagai Sunan Gunung Jati yang kemudian dinobatkan sebagai pimpinan pemerintahan di Cirebon.

Nah kembali ke tempat wisatanya, untuk masuk menggunakan tiket yang  dikenakan harga IDR 15.000,- per orang dewasa, anak-anak tidak dihitung sepertinya. Oh ya, untuk ditemani guide resmi, carilah bapak-bapak yang menggunakan baju adat dengan fee kira-kira IDR 50.000,- atau lebih tergantung keikhlasan yang memberi. Untuk guide-guide lokal lainnya juga ada tapi saya rekomen menggunakan guide resmi.

Nah dari gerbang masuk, kita akan bertemu dengan area kompleks bernama Siti Hinggil (Siti = Tanah, Hinggil = Tinggi) yang dikelilingi tembok bata merah dihiasi oleh beberapa keramik Tiongkok diantara tumpukan bata. Di kompleks ini ditemukan beberapa bangunan tanpa dinding beratap sirap antara lain Mande Pandawa Lima, Mande Malang Semirang, Mande Semar Tinandu, Mande Karesmen dan Mande Pengiring. Masing-masing bangunan mempunyai makna dan peruntukkan.

Dinding Siti Hinggil Dihiasi Ornamen Keramik Tiongkok

Masuk lagi ke dalam, setelah melewati pintu Pengada di sebelah kanan terlihat Langgar Agung, tempat untuk menunaikan ibadah shalat.

Di seberang Langgar Agung sedang dibangun museum pusaka Keraton Kasepuhan, belum tahu kapan selesai pembangunan dan mulai beroperasi

Museum Pusaka di sebelah kiri dan Gerbang Pintu Gledegan di sebelah kanan

Melewati pintu gledegan (disebut gledegan karena dahulu ada dua prajurit bertombak yang memeriksa setiap orang yang masuk dengan suara menggelegar seperti petir/ gledeg), kita melihat Bundaran Dewan Daru di tengah kompleks, musium benda kuno di sebelah kanan, dan musium kereta di sebelah kiri. Setelah puas berfoto-foto di bundaran, kita melangkahkan kaki ke arah kanan dahulu untuk melihat musium benda kuno.

Baju zirah yang konon beratnya 5kg (kayak gendong bayi aja ya, hehe..)
Konon mata sang prabu Siliwangi akan bergerak mengikuti langkah kita, hiiyyyy..

Nah di sudut menuju pintu keluar, terdapat sebuah kursi, sebuah tangga kecil dan kurungan sangkar bambu. Upacara adat Tedak Sinten (menginjak tanah) dilakukan dengan menggunakan seperangkat alat ini. Anak berumur 7 bulan akan dipapah turun dari kursi ke tanah lalu disuruh memilih barang-barang yang ada di dalam sangkar. Bila mengambil padi konon akan menjadi petani, bila memilih uang bakal menjadi pedagang, bila memilih pensil menjadi pegawai, bila memilih buku akan menjadi ahli ilmu, bila memilih kitab suci akan menjadi ahli agama, bila memilih pisau akan menjadi tentara. Wew.. banyak pilihannya hehe.. Upacara ini dimaksudkan untuk melatih kemandirian anak.

Selesai dari musium, melangkahlah kita ke bagian belakang dari Bundaran, yaitu ruangan tempat sultan bertemu tamu, tetapi sekarang pintunya ditutup sehingga kita hanya bisa berfoto di depannya saja

Melangkah lagi ke arah timur, ada musium kereta, berhubung sedang tahap renovasi kita memutar ke arah belakang hanya untuk berfoto dengan kereta Barong yang legendaris itu..

Kereta Barong replika, yang asli ada di dalam museum yang sedang dipugar

Masuk lagi ke arah timur terdapat beberapa obyek seperti Sumur Agung, Sumur Upas, Sumur Tujuh, Paseban, Petilasan P.Cakrabuana, Petilasan Sunan Gunung Jati, dll

Wanita Dilarang Masuk!

Di Petilasan P.Cakrabuana / Petilasan Sunan Gunung Jati terdapat papan larangan wanita dilarang masuk. Konon dari jaman dulu tempat ini digunakan untuk bersemedi para pemimpin kerajaan Cirebon. Adapun larangannya menurut pemandu guide adalah karena wanita kadang sedang datang bulan (menstruasi red.)

Wonderful Disney On Ice – Review

Hai guys, kali ini saya akan review pertunjukan Disney On Ice di ICE – BSD yang dilangsungkan pada tanggal 20 sd 23 April 2017.

disneyonice-sosmed

Berikut harga tiket dan jadwal pertunjukkannya dikutip dari http://disneyoniceindonesia.com/ :

5
Disney On Ice Indonesia Tiket
Show
Disney On Ice Indonesia Show

Nah, kami datang di  hari Minggu yang merupakan hari terakhir pertunjukkan pada pukul 10.30. Berhubung kami datang terlambat hampir 30 menit (maklum, jalanan padat karena berbarengan dengan acara ulang tahun Ferrari Indonesia dan pameran buku Big Bad Wolf di lokasi yang sama), maka sebagian acara tidak bisa kita nikmati.

20170423_130055

Nah, untuk lebih nyaman tidak perlu antri, pemesanan bisa melalui online seperti http://www.tiket.com. http://www.loket.com, maupun langsung ke websitenya http://www.disneyoniceindonesia.com.
Pembelian tiket dihitung per kepala, termasuk anak-anak dibawah 2 tahun dan harus ditemani oleh orangtua atau pengasuhnya, jadi siap-siap rogoh koceknya ya dalam-dalam ya, huehue..

Ada siapa saja sih di dalam pertunjukkan di atas skyrink arena es padat ini? Siapa lagi kalau bukan tokoh-tokoh favorit kita semua. Ada Donald & Daisy Duck, Mickey & Minnie Mouse, dan Goofy yang muncul sebagai pengantar di tiap show.
Shownya sendiri menampilkan ringkasan kisah-kisah tokoh-tokoh Disney, dimulai dari Aladdin & Putri Jasmine, putri duyung Ariel dari kerajaan laut, putri Rapunzel dengan rambut panjangnya, Ikan Dora, Marlin danNemo beserta keluarganya, Woody Toy Story. Pertunjukkan pamungkas ditutup tentu saja dengan kisah putri Elsa dan Anna di film Frozen.

Disney On Ice Indonesia 1 (1)
disneyoniceindonesia
Disney On Ice Indonesia 1 (2)
disneyoniceindonesia
Disney On Ice Indonesia 1 (3)
disneyoniceindonesia
Disney On Ice Indonesia 1 (4)
disneyoniceindonesia rehat

Di tengah show ada waktu rehat sekitar 30 menit. Anda bisa jalan keluar dari stage untuk mendapatkan pop corn atau gulali dengan harga yang pricy (sekitar IDR 80.000,-)

Tapi kesenangan yang didapat anak-anak cukup membuat kami bahagia. Pengalaman menonton secara langsung tokoh-tokoh yang selama ini hanya bisa dilihat di Televisi dan buku (belum sempat ke Disneyland sih, hehe..) membuat kami cukup puas meskipun hanya 2,5 jam pertunjukkan (dipotong istirahat).

Trip Ke Dieng – Rute / Jalur Dari Batang

Halo rekan2. Apa kabar?
Pasti sudah pernah dengar dataran tinggi Dieng.. Malah mungkin sudah ada yang pernah berkunjung ke sana. Keren ya? Banyak tempat tujuan wisata, baik itu wisata bersejarah, wisata panorama alam, maupun wisata penelitian gunung berapi yang masih aktif kumpul jadi satu di Dieng Plateau.

Nah, saya mau membahas mengenai rute untuk menuju Dieng. Dikutip dari website http://www.panduanwisatadieng.com, ada beberapa pilihan rute menuju ke Dieng yaitu :

Start Dari Yogyakarta Yogyakarta Sleman Tempel Magelang Secang Temanggung Parakan Kertek Wonosobo Garung Kejajar Dieng
Start Dari Solo Solo Kartasura Boyolali Ampel Salatiga Bawen Ambarawa Secang Temanggung Parakan Kertek Wonosobo Garung Kejajar Dieng
Start Dari Semarang Semarang Ungaran Bawen Ambarawa Secang Temanggung Parakan Kertek Wonosobo Garung Kejajar Dieng.
Start Dari Magelang Magelang Secang Temanggung Parakan Kertek Wonosobo Garung Kejajar Dieng
Start Dari Purwokerto Purwokerto Sokaraja Purbalingga Bukateja Klampok Banjarnegara Selomerto Wonosobo Garung Kejajar Dieng.
Start Dari Purworejo Purworejo Loano Kepil Sapuran Kalikajar Kertek Wonosobo Garung Kejajar Dieng
Start Dari Kebumen Kebumen Wadaslintang Kaliwiro Selomerto Wonosobo Garung Kejajar Dieng
Start Dari Pekalongan Kajen Linggoasri Paninggaran Kalibening Wanayasa Batur Dieng.

Ke Dieng Naik Bus

Ke Dieng Dari Jakarta:
Dari Terminal Lebak Bulus, atau Rawamangun, atau Kampung Rambutan, cari Bus jurusan Wonosobo. Sesampai di Wonosobo turun di terminal Mendolo, dari Mendolo naik angkot warna kuning ke Kota Wonosobo, Dari kota Wonosobo naik microbus jurusan Dieng.

Ke Dieng Dari Bandung:
Hampir sama seperti rute dari Jakarta ke Dieng Dari Terminal Cicaheum Bandung , cari Bus jurusan Wonosobo (ex: Po. Handoyo atau SinarJaya). Sesampai di Wonosobo turun di terminal Mendolo, dari Mendolo naik angkot warna kuning ke Kota Wonosobo, Dari kota Wonosobo naik microbus jurusan Dieng.

Ke Dieng Dari Semarang:
Dari terminal Terboyo cari Bus jurusan Wonosobo. Sesampai di Wonosobo turun di terminal Mendolo, dari Mendolo naik angkot warna kuning ke Kota Wonosobo, Dari kota Wonosobo naik microbus jurusan Dieng.

Ke Dieng Dari Jogja:
Dari Terminal Umbul Harjo atau Jombor cari Bus jurusan Magelang, Dari Magelang ke Wonosobo. Sesampai di Wonosobo turun di terminal Mendolo, dari Mendolo naik angkot warna kuning ke Kota Wonosobo, Dari kota Wonosobo naik microbus jurusan Dieng.

Ke Dieng Dari Purwokerto:
Dari terminal Purwokerto cari Bus jurusan Wonosobo. Sesampai di Wonosobo turun di terminal Mendolo, dari Mendolo naik angkot warna kuning ke Kota Wonosobo, Dari kota Wonosobo naik microbus jurusan Dieng.

 

Nah komplit ya, hehe.. Memang ke Dieng sementara baru bisa menggunakan kendaraan via jalur darat. Belum ada kereta maupun bandara untuk mencapainya. Saya akan coba bahas dari rute yang kemarin saya lalui yaitu via kabupaten Batang.

9

Jalur yang dilalui sejak dari Alun-alun Batang berupa 2 jalur lebar sekitar 6 meter berupa aspal. Lumayan bagus aspalnya membuat saya bisa melaju di kecepatan 50-60 km/jam. Setelah melewati Blado, Anda akan menyusuri jalan beton yang semakin menyempit dan kemudian bertemu tempat wisata yang Instagrammable lho, namanya Sikembang – kawasan hutan Pinus yang disulap jadi tempat bermain dan berfoto ria. Foto-fotonya bisa dilihat di link ini.

Nah setelah melewati Sikembang ini, Anda akan mengikuti jalan menanjak dan berkelok-kelok melewati hutan dan ladang.


Agak was-was juga apabila kendaraan mengalami masalah karena rumah penduduk berjauhan dan bengkel pun sudah dipastikan tidak dekat jaraknya. Mobil saya pun sempat hampir overheat (ditandai temperatur mesin mendekati warna merah), sehingga memaksa saya berhenti 3 kali untuk mendinginkan mesin dan menambah cairan radiator. Ada dua kendaraan yang ikut berhenti, yang satu karena sudah kebanyakan membakar ampas kopling, yang satu lagi tidak sanggup menanjak karena kepenuhan! haha.. Rasa tegang dan khawatir sedikit terobati dengan pemandangan perkebunan dan gunung di kanan-kiri jalan yang sebagian dikelilingi kabut, meskipun tegangnya datang terus hehe..

Para penumpang menyempatkan diri berpose ria untuk melepas ketegangan yang masih dirasa oleh sopir, haha.. Kurang asem!

7

8

Jalur Dieng via Batang ini merupakan jalur tercepat apabila Anda melewati Pantura, ditempuh dalam waktu 2 jam 30 menit (menurut mbah Google). Tetapi rute tanjakan yang berkelok-kelok dan ekstrim mengharuskan Anda untuk mempersiapkan kendaraan supaya lebih prima (rem, kopling, radiator, mesin, dll). Gak mau khan kalau sampe mogok dan harus bermalam di tengah hutan? Hiiiyy..

Ada pula kaskuser yang mereview perjalanannya di link ini, video review jalannya dari Batang – Dieng di sini, sedangkan video dari Dieng – Batang ada di sini