Tuhan, saya belum siap mati..

Ada berbagai cara Tuhan dalam menegur umatNya, salah satunya kepada ibu Evy (bukan nama sebenarnya, karena ini kisah nyata) yang kami temui siang ini.

out-of-body

Ibu Evy yang saya tahu (dulu) adalah sosok yang judes, sosok yang tidak pedulian, sosok yang mudah emosi. Ibu ini berbadan gemuk dan sehari-hari bekerja di salah satu instansi pemerintah mengurus administrasi di belakang meja kantor, jadi bisa dibayangkan aktivitasnya yang kurang gerak (olahraga, red).

Awalnya saya ragu ketika istri mengajak saya untuk bertemu dengan ibu Evy, mengingat pengalaman buruk terakhir di kantornya ketika saya komplain terhadap pelayanan instansi tersebut. Bahkan ibu ini sempat berkata ke istri : “Bu, kalau ke sini tolong sendiri saja, jangan bawa bapaknya.” Mungkin saat itu dia juga kesal dengan saya. Maaf ya bu, hehe.. Nah, karena masalah di proyek yang harus segera ditangani, mau tidak mau, suka tidak suka, akhirnya saya memaksakan diri melangkahkan kaki masuk ke kantornya dengan perasaan was-was.

Betapa kagetnya saya mendapati perubahan fisik serta karakter ibu Evy. Dari badan yang overweight menjadi kurus, dan dari tutur kata judes menjadi lemah lembut. Sepertinya dia sudah tidak mengenali saya, tapi mungkin juga dia sudah melupakan pengalaman buruk dengan saya karena suatu kejadian yang dialaminya. Ia mulai bercerita mengalirkan kata-kata dan perasaan dari mulut dan hatinya, ketika saya pancing dengan bertanya, “Ibu kok jauh lebih langsing, apakah diet?”

Ternyata selama dua tahun terakhir ini, ibu Evy sedang berjuang menghadapi penyakit jantung koroner. Ia sempat dihimbau oleh dokter di dua rumah sakit berbeda untuk dilakukan operasi pasang ring jantung, tetapi ditolaknya. Dan pengalaman paling mengubah hidupnya terjadi ketika di suatu hari beliau tiba-tiba anfal dan harus menginap di ruang ICU sebuah rumah sakit. Saat dirawat, dia mengalami OBE (Out Of Body Experience), suatu perasaan dimana ruh keluar meninggalkan tubuh.

out_of_body_experience_-_2-137152744_std

Dia mengalami ketakutan yang amat sangat ketika dia merasakan ruhnya terangkat dan melihat tubuhnya tergeletak di kasur dari langit-langit ruangan ICU. Tak henti-hentinya ia berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, tolong jangan ambil saya dulu, anak-anak masih butuh saya, saya belum beribadah dengan baik, saya belum menolong banyak orang…” Ia merasa melayang-melayang dalam waktu yang tidak sebentar, sampai akhirnya ia kembali ke tubuhnya dan berangsur-angsur pulih. Memang ketika dikonfirmasi ke keluarganya, saat itu ibu Evy sudah henti jantung dan dinyatakan meninggal oleh dokter. Wow, langsung merinding saya mendengar cerita ibu Evy.

Sambil meraih tissue untuk menyeka air mata yang menetes, ibu Evy melanjutkan. Setelah pulih, dia langsung melakukan janjinya kepada Tuhan untuk lebih taat beribadah, lebih sayang kepada keluarga, serta lebih banyak membantu orang lain (termasuk membantu saya siang itu dengan cukup satu kali angkat telepon) siapapun itu tanpa pandang bulu (terutama SARA dan strata sosial ekonomi). Ia sempat menyinggung situasi sekarang ketika masyarakat terpecah belah hanya karena merasa dirinya paling benar. “Apakah orang bisa memilih dilahirkan di rahim seorang ibu keturunan suku apa? Minta dilahirkan dalam keluarga kaya? Lahir di negara mana? Yang saya tahu mereka dan kita semua adalah makhluk ciptaanNya.” Begitu pertanyaan bu Evy menutup pembicaraan kita siang itu.

Terima kasih bu, sudah mau berbagi pengalaman. Semoga sehat terus dan menebarkan kebaikan kepada orang lain. Cerita ibu Evy mengingatkan saya kembali, apa hakikat kita dilahirkan sebagai manusia, yaitu untuk menolong sesama manusia lainnya.

Indahnya dunia seperti indahnya pelangi dengan berbagai warna… Betul?

sumber gambar 1, gambar 2

Advertisements

Author: Ron Leon

Dokter umum, pengusaha apotek, supplier batu split, supplier kerajinan batu marmer, supplier kotak kayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s