Kembali Diselamatkan Web Check In

Pagi ini tanggal 7 September 2016, saya ada jadwal keberangkatan menuju Belitung pukul 05.55. Berangkat menggunakan mobil pribadi dari Cilegon pukul 03.30 dengan perkiraan sampai di bandara sekira pukul 05.00. Seperti biasa, beberapa jam sebelum keberangkatan saya melakukan check in ke website maskapai bersangkutan.

Ketika sampai di tol bandara, waktu sudah menunjukkan pukul 04.45, saya bergegas menuju tempat parkir rawat inap yang biasa saya tuju, yaitu melewati terminal 1 & 2 menuju ke area pergudangan. Karena sudah lama tidak menitipkan mobil (karena alasan ekonomis dan kepraktisan, akhir-akhir ini lebih suka naik bus Damri trayek Cilegon – bandara Soetta), saya tergoda memilih persimpangan baru yang menunjukkan arah terminal 3, dan mulai panik ketika tidak familier dengan jalan yang dilalui, haha.. (waktu sudah menunjukkan pukul 05.15 rekan-rekan..)

Penyelamatan Pertama (Thanks pak Security)

Bergegas saya berhenti di dekat loket parkir terminal 3 dan meminta petunjuk arah ke petugas. Satu petugas meminta saya masuk dulu ke parkir kemudian keluar dan memutar ke arah terminal 1. “Ah..  tidak efisien waktu” pikir saya, akhirnya saya meminta ijin ke petugas security untuk berputar arah melawan arus langsung keluar menuju bandara thanks pak.. hehe.. (mungkin bapaknya kasihan melihat wajah pucat saya dan kebetulan memang pagi buta jalanan masih lengang).

Sepanjang jalan saya berdoa dan berusaha tentunya (berusaha injak gas sambil tetap hati2) hehe.., akhirnya nampaklah plang bertuliskan parkir inap terminal 1. Sesampai di pintu gerbang masuk, saya masih harus antri satu mobil yang sepertinya agak lama karena dia masih bercakap-cakap meminta info kepada petugas, duh.. keringat dingin mulai menetes karena waktu sudah menunjukkan pukul 05.25 saudara-saudara! Saya meminta petugas untuk membantu saya yang sudah telat dan terburu-buru parkir mobil lalu berlari menuju mobil shuttle antar jemput ke terminal tujuan.

Penyelamatan Kedua (Thanks pak Driver dan bapak penumpang)

Di dalam mobil ketegangan masih muncul karena ada satu penumpang yang boarding pukul 06 lewat melalui terminal 3 sehingga driver bingung mau mengantar saya ke terminal 1 atau ke terminal 3 dulu. Ditambah bapak tersebut bilang maskapai yang saya tumpangi selalu lebih dahulu waktu boardingnya. Wah… Karena permohonan dan doa saya, akhirnya bapak penumpang tersebut mengikhlaskan untuk mengantar saya terlebih dahulu, bahkan sempat mengucapkan hati-hati ketika saya turun.. Wah banyak orang baik ya di dunia ini.. *prayforgoodkarma

Penyelamatan Ketiga (Thanks mas dan mbak petugas)

Setelah berlari-lari masuk ke dalam area check in counter, saya yang terbiasa tidak mencetak boarding pass dari web check-in, kebingungan ketika melihat antrian mengular di counter maskapai berwarna hijau tersebut, saya main colek petugas yang berdiri di dekat self check in (kebetulan petugasnya wanita, cantik pula hehe..). Setengah berteriak saya memohon bantuannya karena waktu sekarang sudah di pukul 05.35 sedangkan tertera di layar monitor boarding rute saya pukul 05.25! OMG! Beruntung mbak petugasnya sigap dan langsung membawa kode booking saya ke counter terdekat untuk dicetak boarding passnya. Karena saya sudah web check in, saya langsung dilayani dan dibantu oleh mas-mas yang ada di belakang meja counter (thanks mas)

Secepat kilat saya berlari mengejar pesawat (emang bisa? hehe..) dan syukurlah sampai di bus shuttle sebelum ibu-ibu yang menggunakan kursi roda.

Wah perjalanan yang menegangkan, hehe..

Tips dari saya :

  1. Usahakan cari maskapai yang mempunyai fitur web-check in dan kemudian print dulu. Jangan remehkan pentingnya web check-in!
    Sudah kali kedua ini saya terselamatkan oleh web check-in. Kali pertama saya bersebelahan dengan seorang bapak yang datang berbarengan ke counter dengan rute yang sama, 30 menit sebelum jam boarding, saya dilayani dan beliau ditolak.. Fiuh..
  2. Berangkat minimal 4 jam sebelum jam boarding (dengan asumsi waktu tempuh normal sekitar 2 jam).

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di perjalanan, lebih baik menunggu daripada terlambat, betul betul betul?

  1. Ketika telat, jangan panik, terus berusaha dan terus berdoa

Panik malah akan membuat Anda melakukan pilihan yang kurang tepat, jadi pasrahkan saja pada yang kuasa dan terus berdoa. Yup manjur bro sis!

Oh ya, yang belum membaca buku saya “Yakin Cuma Mau Jadi Karyawan Seumur Hidup?”, bisa membeli di toko buku Gramedia ya.. Atau pesan di home www.perjalanansukses.com

Dan bila Anda mau memesan batu split untuk proyek konstruksi jalan, bisa berkunjung ke www.jualbatusplit.com

See you again guys

Advertisements