Pantaskah Meminta Maaf Dahulu?

Beberapa kali saya menemui masalah yang bisa diselesaikan dengan permintaan maaf. Gak semuanya sih, tetapi hampir sebagian besar bisa, yah minimal dikurangi lah intensitas emosi orang2 yang terkait dengan masalahnya. 

Yang tulus tentunya..

Apakah dengan minta maaf (dalam kasus bukan diri kita yang berbuat salah, atau mungkin hanya beda persepsi) kita menjadi rendah, atau tidak punya harga diri di depan orang yang kita ketok pintu maafnya? Tidak juga. Justru pada kasus tertentu meminta maaf bisa menyelamatkan harga diri orang tersebut (bila kejadian dilihat pula oleh orang lain) seperti contoh ada cerita seorang suami yang marah2 karena istrinya dituduh menghilangkan amplop berisi tumpukan uang dollar yang baru saja dia berikan. Setelah selesai marah2 (di depan anak2nya pula), si suami langsung ngeloyor ke kamarnya sambil ngambek. Anaknya yang sedari tadi hanya melihat kejadian tersebut akhirnya buka suara dan menunjukkan amplop uang tersebut terselip di lipatan koran yang dibaca bapaknya. Sebagai istri yang bijak, dia menghampiri suaminya di kamar sambil meminta maaf. Terbukti setelah itu suasana menjadi cair kembali.

Indah bukan?

Nah gimana menurut Anda?

———

Meminta maaf tidak selalu berarti, 

kita salah dan dia benar. 

Lebih membuktikan bahwa 

Kita lebih menghargai hubungan 

Daripada ego kita sendiri

Advertisements

Author: Ron Leon

Dokter umum, pengusaha apotek, supplier batu split, supplier kerajinan batu marmer, supplier kotak kayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s