Pantaskah Meminta Maaf Dahulu?

Beberapa kali saya menemui masalah yang bisa diselesaikan dengan permintaan maaf. Gak semuanya sih, tetapi hampir sebagian besar bisa, yah minimal dikurangi lah intensitas emosi orang2 yang terkait dengan masalahnya. 

Yang tulus tentunya..

Apakah dengan minta maaf (dalam kasus bukan diri kita yang berbuat salah, atau mungkin hanya beda persepsi) kita menjadi rendah, atau tidak punya harga diri di depan orang yang kita ketok pintu maafnya? Tidak juga. Justru pada kasus tertentu meminta maaf bisa menyelamatkan harga diri orang tersebut (bila kejadian dilihat pula oleh orang lain) seperti contoh ada cerita seorang suami yang marah2 karena istrinya dituduh menghilangkan amplop berisi tumpukan uang dollar yang baru saja dia berikan. Setelah selesai marah2 (di depan anak2nya pula), si suami langsung ngeloyor ke kamarnya sambil ngambek. Anaknya yang sedari tadi hanya melihat kejadian tersebut akhirnya buka suara dan menunjukkan amplop uang tersebut terselip di lipatan koran yang dibaca bapaknya. Sebagai istri yang bijak, dia menghampiri suaminya di kamar sambil meminta maaf. Terbukti setelah itu suasana menjadi cair kembali.

Indah bukan?

Nah gimana menurut Anda?

———

Meminta maaf tidak selalu berarti, 

kita salah dan dia benar. 

Lebih membuktikan bahwa 

Kita lebih menghargai hubungan 

Daripada ego kita sendiri

Advertisements

Tips Hiking (Kesehatan) Naik Gunung

Pada tanggal 28-30 Juni kemarin, saya berkesempatan mengikuti rombongan teman-teman berjumlah total 9 orang naik ke gunung Gede via Cibodas dengan SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi) 3 hari 2 malam kembali ke Cibodas.
Rencana itinerary awal adalah naik lewat Cibodas – bermalam di Kandang Badak – naik ke puncak Gede untuk melihat sunrise – lanjut turun ke alun-alun Surya Kencana untuk bermalam – kembali ke puncak dan kemudian turun ke Cibodas. Tetapi karena fisik beberapa rekan (termasuk saya) sudah tidak memungkinkan, akhirnya kita turun langsung via gunung Putri.

Untuk membawa peralatan memasak dan lain-lain (serta mengurangi beban otot bahu dan otot punggung kami tentunya), kami memutuskan menyewa 3 orang porter dengan biaya 1 orang IDR 600k semalam.

Kira-kira berikut tips kesehatan dari saya :
1. Usahakan latihan fisik dahulu sebelum berangkat
Minimal 2 minggu sebelum naik Anda sudah berlatih kardio, seperti Treadmill, berenang, bersepeda. Jangan pernah menyepelekan kondisi fisik ketika naik gunung! Saya yang terbiasa olahraga sepeda dan basket 2-3x setiap minggu saja merasakan lelah dan fatigue yang luar biasa. Apalagi untuk Anda yang mungkin baru pertama kali naik gunung. Anda wajib menceritakan ke teman perjalanan Anda pengalaman hiking sebelumnya apakah itu naik bukit, hiking acara sekolah/kampus, wisata teawalk (hehe.. *ColekImelda*), dan lainnya serta kapan terakhir Anda naik. Ceritakan jauh sebelum berangkat lho ya, bukan ceritakan ketika jalan naik *TepokJidat*

2. Punya penyakit bawaan? Lebih ekstra persiapannya lho..
Beritahu kawan-kawan Anda selengkap-lengkapnya tentang riwayat penyakit yang Anda derita, bila perlu konsultasikan ke dokter dahulu. Jangan lupa membawa obat2an pribadi dan perlengkapan kesehatan lainnya. Jangan sampai cerita horor beberapa kejadian pendaki yang mendadak sakit di atas gunung dan membutuhkan pertolongan segera, menimpa Anda.. Amit-amit *KnockOnWood*

3. Bawalah obat2an yang sekiranya diperlukan.
Obat nyeri seperti Paracetamol, obat Diare seperti Loperamide maupun yang mengandung Karbon aktif, krim penghilang nyeri, koyo untuk nyeri otot, obat maag, bawalah pula alat kesehatan seperti perban warna coklat, kasa steril, plester. Tidak perlu membawa foto mantan untuk mengobati sakit hati Anda, hehe..

4. Gear yang sesuai.
Pakailah pakaian dan celana yang ringan berbahan dry-fit/polyester ketika naik. Membantu sekali mengeluarkan keringat dan kelembaban dari tubuh Anda. Usahakan celana panjang untuk menghindari luka-luka lecet maupun serangan lintah ketika melewati sungai atau area tertentu. Pakailah sepatu gunung minimal setinggi mata kaki untuk melindungi kaki dari cedera ankle, muscle sprain/strain. Bawa juga trekking pole atau tongkat kayu yang akan membantu sekali menopang kelebihan lemak di tubuh Anda.

5. Bawalah snack dengan indeks glisemik tinggi, seperti pisang, cokelat batangan, gula aren, dll. Anda membutuhkan tenaga ekstra dan eksplosif ketika berjibaku dengan tanjakan curam serta ransel carrier di bahu Anda. Hiraukan dulu beban hidup Anda bung! It’s the refreshments that you’re after!

6. Proses aklimitasi? Dont worry.
Tubuh akan menyesuaikan kondisi kadar oksigen yang berkurang di ketinggian (terutama di atas 2,438 mdpl) dengan cara bernafas lebih cepat dan dalam, jantung berdetak lebih cepat. Para pendaki profesional menggunakan prinsip Climb High – Sleep Low yang artinya dakilah setinggi-tingginya pada pagi-sore hari dan tidurlah di ketinggian yang disesuaikan. Semakin tinggi, batasi jarak pendakian untuk istirahat malam Anda. Jadi ketika jantung Anda berdetak lebih cepat seperti ketika ketemu gebetan, jangan panik ya, hehe..

7. Pelindung dari luka bakar sengatan matahari.
Anda bisa gunakan sunblock, topi, buff slayer, kacamata hitam, lengan panjang dll. Biasanya ketika suhu dingin dan awan yang bergelantungan malah membuat Anda tidak merasakan bahkan menyepelekan panasnya sinar matahari. Coba Anda sepelekan pasangan Anda, sama kok panasnya suasana yang akan terjadi, haha..

8. Cairan minum sangat penting, jangan sampai kekurangan.
Anda bisa juga membawa minuman elektrolit untuk menghindari kram, tetapi air mineral sudah cukup kok. Perhatikan warna urine Anda, ketika sudah agak pekat seperti air teh, maka Anda perlu tambahan cairan minum. Bawa filter air sangat membantu sekali ketika Anda terpaksa mengambil air dari sumber air yang diragukan kebersihannya.

9. Takut Hipotermi?
Ya bawalah pakaian hangat. Siapkan longjohn, jaket, kaos kaki, sarung tangan, sleeping bag tebal, topi kupluk untuk kenyamanan Anda bertarung dengan dinginnya suhu udara subuh hari.

10. Massage ketika pulang?
Pilih yang pijat urut bukan pijat enak ya. Memang selain mengurai asam laktat yang menumpuk, terasa agak nyeri ketika diurut karena otot Anda akan dikembalikan ke posisi semula. Fyi, kaki saya baru bisa digunakan kembali (tanpa nyeri ketika berjalan) di H+5. Jadi untuk Anda yang pekerjaannya membutuhkan mobilitas tinggi, bisa diatur lagi jadwal cuti dan naik gunungnya ya.
Oke sekian dulu, apabila ada yang kurang mohon ditambahkan di komentar yaa…

Ketika naik gunung, gunakan selalu prinsip : Tidak mau merepotkan orang lain. Jadi persiapkan diri Anda sebaik2nya ya..