Kenali Pelanggan Anda

Baru saja saya datang ke sebuah bank dengan tergesa2 hanya untuk menarik uang di atmnya, tiba2 ada sapaan : “Selamat pagi pak dokter!”
Sekilas saya pikir mungkin pasien atau seseorang yg saya kenal, ketika saya tengok ke arah suara, berdirilah seorang pria berpakaian security yg tersenyum sambil melambaikan tangan.

Saya coba ingat2 kenapa dia masih ingat saya padahal saya jarang ke bank itu, terakhir bbrp hari yg lalu utk print out buku dan ya, bapak itu yg menerima saya sambil membuka halaman pertama mempersilahkan duduk kemudian berjalan ke CS dan berkata silahkan tunggu pak dokter..

Mungkin begitulah salah satu poin service of excellence. Begitu menyentuh ketika kita diingat padahal hanya sesekali datang, dibandingkan dua bank lain yang mungkin hampir tiap hari saya mondar-mandir (merencanakan perampokan *grin) ke sana.

As simple as that, tapi bisakah kita mengingat satu persatu pelanggan kita bahkan yang hanya sesekali datang untuk belanja hanya Rp 1.000?

Food for your thoughts

Advertisements

What’s in it for me?

Seringkali saya (mungkin Anda juga) ketika dikenalkan orang baru atau ditawarkan sesuatu akan langsung berpikir : “Apa untungnya buat saya?”

Apakah baik berpikiran seperti itu? Saya akhirnya cenderung akan memilih dengan siapa saya akan berkenalan atau dengan kondisi apa saya akan membeli tawaran tersebut.
“Kalau gak menguntungkan buat apa?”

Nah nanti saya akan bahas pemikiran saya tentang hal ini
Stay tune