Pendiri Bank ‘Wong Cilik’ dan Peraih Nobel, M Yunus Pesan Buat Orang Happy

Make money is happiness.
Making people happy is super happiness.

http://news.detik.com/read/2014/09/15/163713/2690796/608/pendiri-bank-wong-cilik-dan-peraih-nobel-m-yunus-pesan-buat-orang-ihappyi

Advertisements

Kemapanan dan Kenyamanan

Apa sih tujuan lain Anda jika sudah tercapai target bebas finansial atau paling tidak sudah hidup diatas taraf hidup yang layak?
Baru saja saya baca tentang Kanaya Tabitha yang membangun sistem (kemudian menjadi komunitas dan yayasan Rumah Pandai) untuj membantu korban bencana alam di Indonesia bangkit dari keterpurukan dengan modal skill yang baru.

Setiap dari kita menginginkan untuk membantu orang lain. Kebahagiaan yang didapat akan sangat berbeda ketika kita menggunakan uang/resource kita untuk kepuasan diri sendiri.
Menolong orang lain pada dasarnya adalah menolong diri sendiri. Seperti kata Susan Bachtiar yang mengajak untuk bersyukur setiap kali menginginkan sesuatu terlalu berlebihan, mengingat nasib orang-orang yang kurang beruntung.

Saya ambil kutipan dari Kanaya, “Ternyata kemapanan dan kenyamanan itu bukan tujuan hidup, melainkan alat agar bisa menolong orang lain”..
Mari kita serapi dan laksanakan prinsip ini.

Salam

Bagaimana Anda Menghadapi Masalah?

Apabila Anda mempunyai karyawan bermasalah dalam kinerja,  apa yang akan Anda lakukan?
1. Diamkan saja berharap dia sadar dan berubah.
2. Panggil dan beri arahan dengan resiko membuatnya tersinggung.
3. Langsung dikeluarkan karena banyak pelamar antri di belakangnya.

Pilihan Anda menggambarkan sikap Anda menghadapi masalah. Entah itu masalah dengan pasangan, masalah dengan rekan kerja, masalah usaha, dll.

Jadi pilih yang mana?

Coba Dulu Saja

Di suatu pagi, saya berkendara dengan sepeda menuju suatu desa. Karena gir dan rantai sepeda sepertinya kurang sinkron, saya memutuskan untuk mencari bengkel sepeda terdekat.
Tibalah saya di satu bengkel sepeda kecil yang kebetulan baru dibuka pintunya oleh si pemilik. Ketika saya tanya apakah bisa membetulkan sepeda saya, dia langsung menolak dengan alasan sepeda model baru yang belum diketahuinya.
Saya tetap bersikeras untuk diperiksa dulu dengan memberi alasan jauh dari kota tidak mudah mencari bengkel sepeda lagi, yang memang diakui oleh si pemilik bengkel.
Akhirnya dengan terpaksa, ia memeriksa satu persatu bagian gir. Ia mengambil obeng dan tang kemudian mulai memainkan jarinya memutar dan menekan tuas shift. Tak berapa lama dia berkata, pak masalahnya ada di sini dan sini, coba diperbaiki dulu.
Setelah beberapa saat, voila! Rantai sudah tidak berbunyi lagi dan gir tidak nyangkut berpindah posisi sendiri.
Si pemilik bengkel pun sepertinya takjub karena bisa memperbaiki, dan tentunya dapat rejeki ekstra di pagi hari.

Pelajaran yang saya dapat pagi itu adalah Jangan pernah menolak suatu tugas atau proyek, meskipun merasa tidak punya kemampuan.
Coba saja lakukan dan lihat hasilnya. Walaupun gagal Anda akan belajar dari hal itu untuk bekal di kemudian hari.

Ingat, kesempatan datang menghampiri hanya sesekali jangan biarkan berlalu begitu saja

Manusia tidak mudah untuk berubah

Ketika suatu perubahan sedang dan akan terus terjadi, bagaimana reaksi orang-orang yang menghadapinya? Apakah senang? Atau marah?

Jawabannya tergantung dari individu masing2. Apabila individu tersebut sudah muak dan jenuh dengan situasi-kondisi yang ada,  maka ia akan menyambut perubahan dengan tangan terbuka.
Jawaban sebaliknya akan muncul ketika individu tersebut berusaha mempertahankan status quo kenyamanan dirinya dan sekitarnya.

Fenomena ini saya amati muncul pada pilpres (pemilihan presiden) tahun 2014 ini. Seorang change maker yang berasal dari sipil dan berbasis pengusaha (sudut pandang yang berbeda tanpa kepentingan politik yang berlapis),  berupaya mendobrak batas dan sekat birokrasi politik yang ada.

Individu2 yang merasa selama ini belum ada perubahan menunggu sosok change maker ini muncul, sedangkan individu2 yang tidak mau ada perubahan tampak begitu ngotot menjatuhkan sosok ini (tampak sampai sekarang setelah pilpres berakhir dan dilanjutkan masa kerja sosok ini)

Sesungguhnya perubahan selalu menyertai kemajuan,  apabila disikapi dengan arif dan didukung sepenuhnya.

Sudah siapkah berubah? Atau sudah siapkah punah?

Stop Discrimination Please..

 

Akhir-akhir ini sering membaca berita demo yang dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan suatu kelompok dan membawa-bawa hal yang sensitif di dalamnya yaitu SARA untuk menurunkan seorang pejabat yang secara konstitusional sah. (baca : FPI Tolak Ahok). Bahkan mereka membuat pejabat tandingan.

Apa sih motif mereka ini? Murni politik kah? Atau ada motif lain? Atau mereka memang dapat penghasilan dari kegiatan itu? Memang masih jamannya politik devide et impera? Atau mereka menolak perubahan ke arah lebih baik?

Biarkanlah pejabat ini bekerja, toh selama ini rekam jejaknya bagus.

Sedangkan bagaimana rekam jejak para kelompok ini?

Anda sendiri yang menilai..