Cara Menarik Pelanggan Agar Tetap Lengket

Tips Oke Menggaet Pelanggan Agar Tetap Lengket

Advertisements

Seringkali dalam berbelanja, orang membeli sebuah produk tidak tergantung pada kualitas barangnya semata. Sikap ramah pelayan, suasana nyaman yang sengaja dihadirkan oleh pemilik usaha juga memberikan pengaruh yang besar bagi pembeli untuk betah berlama-lama memilih barangnya hingga akhirnya memutuskan untuk membeli. Bahkan tidak jarang bagi pembeli yang terpuaskan akhirnya menjadi pelanggan yang setia. Lalu trik jitu apa yang bisa dilakukan para pengusaha untuk membuat pembeli menjadi pelanggan yang loyal?

“Uh…..jutek banget sih  pelayannya, bikin kapok buat datang lagi,”ujar seorang ibu saat mendapatkan pelayanan yang tidak memuaskan dari sebuah toko pakaian di suatu pusat perbelanjaan. Gerutuan semacam itu tentu tak mengenakkan baik bagi konsumen maupun bagi pemilik usaha. Sebab kejadian di atas tak hanya membuat pembeli malas melakukan transaksi tetapi juga enggan untuk kembali lagi ke tempat usaha semula. Sementara bagi pemilik usaha, ia kehilangan kesempatan menuai keuntungan akibat sikap karyawan yang minus terhadap konsumen. Padahal sesuai dengan pepatah lama, yang menganggap seorang pembeli adalah raja mewajibkan pemilik usaha untuk memberikan service sebaik mungkin kepada pelanggannya.

Dan bagi pemilik usaha yang menyadari hal tersebut, segala macam cara akan dilakukan guna mewujudkan kepuasan pelanggan seperti yang dilakukan oleh Budi Utama, pemilik Global Cellular dalam merangkul pelanggan. “Sejak pertama membuka usaha saya berusaha semaksimal mungkin menyenangkan pelanggan misalnya saja memberikan air mineral kepada setiap calon pembeli 5 menit setelah mereka datang.  Sebenarnya sifatnya lebih kepada cara kita menjamu mereka. Saya juga tidak merasa rugi jika ternyata si calon pembeli tidak jadi melakukan transaksi,”tutur Budi, Cara Budi ini terbilang efektif untuk menggaet pelanggan. Buktinya ia mampu mengembangkan usaha jual beli handphone-nya dengan cepat. Tak heran, jika pada awalnya ia hanya memiliki satu lapak untuk berjualan maka sekarang ini ia mampu mengembangkan cabang hingga 5 buah dengan omzet per bulannya mencapai ratusan juta rupiah.

Yuliana Agung, seorang pengamat marketing menyebutkan pada dasarnya seseorang sangat tertarik untuk membeli suatu produk tergantung pada kebutuhan dasarnya. Misalnya saja  jika ia ingin membeli baju maka biasanya yang paling diperhatikan adalah kualitas bahan, design atau style-nya yang bagus. Sementara apa yang dilakukan para penjual dengan memberikan minuman atau camilan seperti manisan hanyalah suatu bentuk pelayanan atau servis agar konsumen atau pembeli merasa lebih senang sehingga tertarik untuk membeli dan menjadi pelanggan yang selalu setia untuk datang.

“Pada dasarnya proses pelayanan adalah overall dimulai dari sapaan, tatapan mata, intonasi, volume, dan bagaimana cara pemiliki usaha mendengarkan dan memberikan pelayanan kepada calon pembelinya. Namun demikian yang paling penting adalah kualitas barang-barang yang dijual. Dengan memberikan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan konsumen maka kita sudah dapat memberikan pelayanan maksimal sebesar 75 persen, sementara masalah layout, kemasan atau packaging hanya sebesar 25 persen dari total semua pelayanan yang diberikan,”urai Yuliana Agung. Sementara untuk masalah sikap dan perilaku pelayanan sulit untuk dilakukan identifikasi besarannya sebab hal itu sesuatu yang sangat subyektif dan tidak ada standar bakunya, namun demikian Yuliana Agung meyakini bahwa sikap yang baik akan mendorong sukses tidaknya seorang calon pelanggan mau melirik produk yang dihasilkan oleh pemilik usaha.

Dua Strategi Menggaet Calon Pelanggan dan Melanggengkannya.

Mencari pelanggan tentu saja bukan perkara mudah apalagi untuk mempertahankannya agar terus loyal pada produk yang ditawarkan. Sebab menurut Yuliana Agung, tidak ada sesuatupun yang tetap dan loyal dalam dunia bisnis kecuali jika terjadi suatu monopoli. “Setiap orang tentu saja ingin mencoba sesuatu yang baru, tidak mungkin jika selamanya mereka hanya setia pada satu produk saja kecuali jika ada monopoli. Misalnya saja pada monopoli telepon seluler oleh Telkomsel dahulu, sehingga pelayanan apapun yang diberikannya akan tetap diterima konsumen baik pelayanan tersebut  baik ataupun buruk karena hanya itu satu-satunya hal yang bisa dilakukan, ”ungkapnya.

Namun demikian Yuliana menambahkan bahwa pada dasarnya loyalitas pelanggan bisa bertahan lama jika produk tersebut mampu berinovasi artinya membuat improvisasi sehingga tampilan produknya menjadi lebih dinamis sebab jika pemilik usaha hanya bertahan pada satu jenis produk dengan tampilan yang biasa-biasa saja maka impian mendapatkan pelanggan yang setia akan hilang dengan sendirinya. Salah satu bentuk inovasi misalnya saja dengan membuat sesuatu barang menjadi lebih detil. “Kalau untuk usaha sepeda motor misalnya, yang harus diperhatikan detilnya adalah pada bagian sparepart-nya,”tambah Yuliana.

Untuk membuat calon pelanggan menjadi pelanggan, Yulianan Agung memberikan strategi jitu yaitu dengan menggunakan strategi akuisisi  yaitu menonjolkan produk yang dijual sehingga nantinya orang akan membeli produk bukan pelayanannya misalnya saja  pembelian detergen dan juga shampo. Tetapi untuk kasus yang mementingkan pelayanannya misalnya sekolah maka ia bisa melakukan dengan cara pendekatan secara psikologis. Sementara untuk membuat pelanggan mau  menjadi pelanggan yang setia sebaiknya dilakukan dengan strategi ritensi, dengan memuaskan setiap keinginan pelanggan meski itu juga belum cukup kuat sebab banyak kompetitor yang datang.

Untuk itu dalam strategi ini ada tiga hal yang wajib dilakukan:

  1. Meningkatkan produktivitas barang atau produk yang telah dihasilkan misalnya dengan membuat produk yang unik yang tidak dimiliki oleh tempat lain.
  2. Pemilik usaha harus memperhatikan harga yang dipasang pada produk yang dihasilkan.
  3. Selalu membuat ikatan emosional dengan pelanggan. Pada hal yang terakhir inilah peran service sangat dominan. Sebab keputusan membeli  seseorang juga sangat dipengaruhi oleh perlakuan yang diterimanya

Tips Menggaet Pelanggan

 

Bagi Anda yang memiliki usaha sendiri, mengumpulkan pelanggan adalah suatu keharusan untuk mendongkrak keuntungan. Tapi perlu dicatat bahwa usaha akan tetap eksis jika pelanggan yang datang tak hanya sekali saja bertandang tetapi dengan loyal selalu datang untuk mengkonsumsi produk yang kita hasilkan baik itu produk riil ataupun yang berupa jasa.

Karenanya, tips jitu menggaet pelanggan berikut ini perlu dicoba:

(1). Hal pertama yang wajib dilakukan untuk membuat pelanggan terus setia pada produk yang anda tawarkan adalah dengan melakukan strategi positioning yang bagus dan komunikasi yang tepat. Maksudnya dalam menawarkan produk cobalah untuk menggunakan cara pemasaran yang tepat sesuai dengan segmen market yang disepakati. Jangan lupakan juga masalah kualitas sebab secara psikologis, orang akan lebih tertarik untuk melakukan transaksi setelah terlebih dahulu melihat kualitas produknya. Kemudian lakukan komunikasi yang baik dengan pelanggan baru maupun pelanggan lama.

(2). Setelah memiliki produk unggulan yang berkualitas dan menampilkan keramahan terhadap para pelanggan maka kenyamanan juga  akan memberikan nilai plus terhadap calon pembeli. Sebab semakin nyaman orang berada di suatu lingkungan maka kemungkinan untuk datang lagi juga akan semakin besar.

Sumber: http://tipsoke.com/tips-oke-menggaet-pelanggan-agar-tetap-lengket.html

 

People come and go

People come & go, still life must go on

Anggaplah setiap orang yang datang dan pergi ke dan dari hidupmu mempunyai 1 misi, yaitu membuatmu menjadi lebih sabar, lebih kuat, lebih bijak, dan lebih2 kebaikan yang lainnya. Setuju?

Kaget. ketika di-sms istri “Mbak M (pengasuh Lionel,red) mau minta berhenti soalnya gak kuat sering dipukulin Onel”

Wew.. Padahal kerja pun baru hitungan jari (jari tangan, belum sampe jari kaki ya! “Ughh, bau!” kata Onel). Langsung berpikir aneh-aneh. Apa gara-gara semalem buang sampah anak kost yang sampe 2 plastik hitam besar (padahal baru 2 hari), atau gara-gara kunci motor hilang? (Akhirnya kunci ketemu paginya setelah diubek2 seisi rumah, bahkan sampai bela belain ke TPS di dekat rumah buat bongkar bongkar sampah yang baru saja dibuang ditemani senter dan bau sampah busuk yang kayaknya udah seminggu gak diangkat, wueks).

Atau gara-gara kemarin malam aku mengumpat di dalam mobil waktu ada pengemudi motor memotong jalan kami seenak jalan kepunyaan moyangnya, grrr…! (ketahuan belangnya pas lagi marah)

Atau gara-gara tadi pagi aku interogasi mamanya Onel sambil bisik2 #CurigaModeOn# karena uang di dompet yang tergeletak di meja kerja semalaman berkurang lembaran merahnya. (Inipun setelah diingat2, dihitung2 dan bongkar2 buku primbon ternyata memang pas segitu, hadeuh udah makin pikun nih)

Kalau soal alasan Onel sering pukul pukul gak masuk akal juga. Memang sih anak ini kadang keluar tantrumnya, cuma kalau soal pukul-pukul gak sesering Mike Tyson kali, hahaha…

Yah, apa mau dikata, padahal kita sudah menyesuaikan dengan si mbak yang baru ini yang kelihatannya jujur, baik, asyik-asyik aja. Bahkan di awal-awal dia sempat bilang setelah nikah nanti mau kembali bekerja lagi sama kita.

Ada satu hikmah yang bisa saya tarik dari kejadian ini, bahwa lain kali jangan terlalu bergantung pada orang lain, dan tetap jadilah dirimu sendiri. Kok jadi dua hikmah? Gak nyambung pula! Biarin, yang nulis gue yang sewot situ.. Hahaha…

People come & go, but life must go on, right?

 

*Melamun ingat mantan-mantan pacar*

“Hush! Udah pada punya anak, gak elok”

#CLBK (Cerita Lama Buyar Kembali)#

 

 

Do what you love or love what you do?

Do what you love or love what you do?

Bersusah susah dahulu, bersenang senang kemudian.
Hidup susah dulu, kaya kemudian.
Benarkah slogan itu?
Rezeki terbesar dimiliki oleh orang yang mencintai pekerjaannya, menyukai apa yang dilakukannya.
Seberat apapun, sesulit bagaimanapun, dia akan ikhlas dan gembira mengerjakannya.
Sudahkah Anda mencintai pekerjaan Anda?
Do what you love or love what you do?