Ubah Mindset Menjadi Pengusaha, Tidaklah Mudah

Lebih baik jadi kepala kucing, daripada ekor harimau.

Advertisements

Coba simak percakapan dengan seorang tukang nasi goreng ini..

Semalam aku beli nasi goreng, nah..kebetulan aku belinya cuma sendirian daripada bengong2 ga jelas kan….

Aku (A): ” Dah berapa lama jualan nasgornya bang?? ”
Tukang Nasgor (TN) : ” Lumayan Lama de, dah 2 tahunan lah..”
A : “owh…..berarti dah lumyan dunk penghasilannya bang, ngomong2 sehari bisa untung berapa??”
TN : ” Alhamdulillah..sehari paling dikit saya bisa dapet 300 ribu, itu dah untung bersihnya loh de….”
A : ” Beuh…gede juga ya bang untungnya, sebelumnya abang pernah kerja juga ga??”
TN : ” waahh….saya paling ga suka yang namanya kerja di perintah2,saya lebih baik jadi bos kecil tapi punya usaha sendiri daripada jadi bos besar tapi masih disuruh-suruh sama orang,bukannya nabi juga seorang pedagang kan….”
A : (Sambil mikirin omongan tukang nasgor) tapi banyak saingannya bang??
TN : “Justru klo ada saingannya kita jadi bisa ningkatin kualitas kan supaya ga kalah sama saingan yang laen, pas di sekolah kan kita juga bersaing supaya dapet peringkat yang bagus di sekolahan, Eh..jadi malu nih ngomongin sekolah soalnya saya cuman lulusan smp doank de….”
A : (sambil ngomong dalam hati) ane rasa nih tukang nasgor lulusan sarjana dah…
TN : “de…de… kok diem aja, ini Nasgornya dah jadi..harganya 7 ribu aja..”
A : “Owh….maaf bang jadi bengong nih denger omongan abang,hehe…nih duitnya bang, makasih ya…”

Setelah membaca sekelumit percakapan di atas, apa yang Anda rasakan? Pasti ada yang menanggapi : “Ya jelaslah, dia udah dua tahun usaha, pasti orang-orang udah pada kenal!”, atau “Ah, gajiku mah jauh lebih gedhe dari dia..”, dan “pake jimat apa tuh abang nasi goreng sampai laris begitu?”

Nah, yang mau saya bahas adalah, bagaimana kita bisa menjadi seorang pengusaha? Ada kiasan lama, Lebih baik jadi kepala kucing, daripada ekor harimau. Lebih baik memimpin usaha sendiri walau kecil, daripada diperusahaan besar hanya jadi karyawan.

Bagaimana kita mengubah mindset dari seorang karyawan yang dengan kepastian menggenggam uang gaji setiap akhir bulan, atau dengan kenyamanan fasilitas kantor seperti mobil / rumah? Banyak orang merasa menjadi pengusaha berarti melangkah menuju dunia ketidak pastian, istilahnya siap-siap menghabiskan modal menghadapi kerugian, siap-siap tidak menerima income rutin, siap-siap menderita. Tetapi apakah benar demikian?

Banyak orang sukses membakar perahu mereka atau jembatan mereka dan tidak pernah lagi menengok ke belakang. Mereka menatap maju ke depan dan terus berusaha menghadapi belantara ketidak pastian, karena mereka tahu dan percaya ada tambang emas di dalam sana.

—————————–

Coba simak satu lagi kisah tentang penjual nasi goreng ini..

Banyak orang yang hidup dari usaha kecil-kecilan, namun bermula dari usaha kecil akhirnya menjadi kerajaan usaha yang sulit tertandingkan. Aspari contohnya, sejak berusia 16 tahun ia sudah mulai merintis usaha jualan bakso bersama abangnya. Diusianya yang kini sudah berumur 47 tahun usaha bakso masih terus digelutinya namun sejak lima tahun terakhir ia membuka usaha lain dengan menjual nasi goreng.

“Kita jaga kualitas rasa dan ramah sama pelanggan,” ungkap Aspari saat ditanya apa rahasia dibalik kesuksesan yang diraihnya.

Nasi goreng yang dibuat oleh Aspari sama dengan nasi goreng yang dijual banyak orang, namun kunci rahasia tetap pada bumbu. “Bumbu kami racik sendiri, tidak sembarang karyawan yang tahu,” kata Aspari.

Dengan selalu menjaga kualitas rasa dan ramah tamah tersebut, Aspari mampu menjual 42 kilogram beras atau setara dengan 7 keranjang nasi. Dagangannya selalu ramai dinikmati pembeli dan tak kalah menariknya dalam semalam omset nasi goreng tersebut mencapai Rp 2 juta bahkan lebih. Belum lagi usaha baksonya, biasa omset yang didapat hingga Rp1 juta lebih.

“Kami mempekerjakan 6 karyawan, masing-masing digaji secara bervariasi, ada yang 700 ribu, ada yang 900 ribu ada juga yang 1, 5 juta, tergantung kerjanya” tutur Aspari.

Untuk mempersiapkan semua dagangannya, Aspari sudah turun berbelanja ke pasar sejak pukul 03.00 pagi. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap hari.

sumber dari sini.

Jadi? Tunggu apa lagi?

Author: Ron Leon

Dokter umum, pengusaha apotek, supplier batu split, supplier kerajinan batu marmer, supplier kotak kayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s