Benarkah Pilihan Saya?

Ada 3 hal yang bisa terjadi setelah penjualan, dilihat dari kacamata Anda sebagai penjual.

Advertisements

Ada 3 hal yang bisa terjadi setelah penjualan, dilihat dari kacamata Anda sebagai penjual.

1. Hal buruk yang sudah Anda ketahui, yaitu penyesalan si pembeli/klien

2. Hal buruk yang sudah diantisipasi oleh pembeli.

3. Hal buruk karena kelekatan pilihan pembeli.

Saya akan bahas hal buruk nomor 3. Kelekatan pilihan diantara 2 pilihan yang sama-sama bagus.

Sebagai contoh, ada seorang wanita yang diharuskan memilih diantara 2 pria. Pria #1 adalah seorang yang menarik, pendiam, suka memancing dan berburu, pendapatan sedang, pekerjaan biasa, dan punya banyak teman. Wanita ini membayangkan kehidupan sosial yang menyenangkan bersama istri teman-teman suaminya,dan tentu petualangan yang seru. Meskipun pendapatannya biasa, toh dia masih punya pekerjaan.

Pria #2 adalah seorang yang juga menarik, pintar, mapan, tidak punya banyak teman, lebih suka tinggal di rumah, gaji besar, dan menyukai pekerjaannya. Wanita ini kemudian membayangkan lebih banyak waktu yang akan dia habiskan bersama pasangannya, dan keuangan yang berkecukupan.

Berhari-hari, berminggu-minggu wanita ini memikirkan siapa yang akan dipilihnya. Tetapi ada satu hal yang pasti akan terjadi, setelah dia memilih salah satu diantara pria itu, pria yang lain akan tampak jauh lebih menarik dibandingkan beberapa hari yang lalu. Nah lho! Anda barangkali akan mengira bahwa wanita itu akan senang, lega, dan nyaman dengan keputusannya. Namun bukan itu yang terjadi. Justru sebaliknya.

Hal ini berlaku juga ketika kita membeli sepatu, tas, mobil, rumah. Bahkan ketika kita memilih pekerjaan atau sayur apa yang akan dimasak hari ini! Selama berbulan-bulan wanita ini membayangkan dan ditambah pengalaman fisik yang pernah dialaminya, semakin dia merasa kecewa saat menyadari dia telah melepaskan pilihan yang lain. Respon emosionalnya akan berkata bahwa dia telah melakukan kekeliruan. Sebenarnya wanita ini merasakan kehilangan.

Jadi, siasat apa yang Anda perlu lakukan sebagai penjual?

1. Jangan biarkan pelanggan berlama-lama dalam mengambil keputusan. Beri tenggat waktu, dan langsung lakukan closing.

2. Apabila klien dihadapkan pada dua pilihan, cepat-cepat giring dari pilihan yang lebih buruk menjadi pilihan yang lebih baik (dalam hal ini produk Anda). Perjelas mengapa sebuah pilihan perlu dihilangkan, dan hilangkan saja.

Semoga bermanfaat.

Author: Ron Leon

Dokter umum, pengusaha apotek, supplier batu split, supplier kerajinan batu marmer, supplier kotak kayu

2 thoughts on “Benarkah Pilihan Saya?”

  1. Saya punya pengalaman mirip seperti contoh di atas, tentang dipilih dan memilih.
    Memang betul, semakin kita membayangkan sesuatu, kita akan semakin susah memutuskan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s