New Wave Marketing

era New Wave Marketing

Advertisements

Baru saja baca tulisan Hermawan Kertajaya tentang New Wave Marketing. Menarik! Sudah hampir 2 tahun istilah ini didengungkan oleh beliau, tetapi ketika melihat realita yang ada, begitulah yang terjadi. Sekarang jamannya I-report dan I-journalism, dalam artian orang ke tiga akan sukarela me-report dan jadi wartawan untuk Anda, asal mereka suka. Anda tidak bisa membayar dan mereka biasanya tidak mau dibayar karena mereka lebih suka sesuatu yang natural.

Anda bisa membuat sebuah blog; menciptakan komunitas tersendiri di dunia maya termasuk media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, ; atau membuat suatu event diskusi berhadiah. Misalnya ada blog yang khusus memuat tentang komunitas merek kendaraan roda dua tertentu, yang dinaungi dan disponsori oleh produsen kendaraan roda dua tersebut. Atau event berhadiah seperti kontes menuliskan kesan pesan tentang suatu produk dengan imbalan hadiah produk itu sendiri. Siapa yang tidak mau? hehe.. Ujung-ujungnya akan menggenjot jumlah sales yang ada. Mantab bukan? Konsumen puas, pihak yang mereview juga sukarela, dan Anda sendiri akan puas karena dana Anda tidak akan habis untuk pasang iklan.

Yang paling sederhana, mintalah sedikit testimonial dari orang-orang yang pernah berbelanja kepada Anda.

Mau yang lebih ekstrim? Kirimkan produk Anda gratis ke seorang publik figure, dan sebagai timbal balik, mintalah secuil testimonial serta tanda tangan yang bersangkutan. Tetapi produk Anda juga harus bagus lho ya..

Peluang Usaha Bisnis Parcel

Anda yang mungkin sudah memiliki usaha (toko misalnya) bisa membuat bisnis parcel ini sebagai bisnis sampingan Anda. Sedangkan Anda yang ingin ‘coba-coba’, tak ada salahnya menjadi pelopor Toko Khusus Parcel’

Banyak orang menganggap kalau bisnis ‘Parsel’ adalah bisnis musiman. Baik saat hari raya Idul Fitri , hari Natal maupun Tahun Baru. Memang sih, Anda pasti banyak menjumpai Parsel berjejeran di depan-depan toko pada waktu hari raya tersebut. Diluar dugaan Anda, sebenarnya bisnis Parsel / bingkisan khusus ini tak hanya laku keras hanya pada saat-saat tertentu saja. Intip bisnis Parcel yang memberikan peluang usaha bagi Anda yang penuh ide dan kreatifitas berikut ini.

Peluang utama bisnis parcel ini memang banyak memberikan keuntungan terutama pada saat hari raya. Karena dengan kemasan yang cantik dan isi yang beragam pasti banyak orang yang akan mencari parcel untuk special moment. Jika Anda perhatikan, Anda pasti banyak melihat aneka parcel yang dipajang di toko-toko hanya pada saat hari raya dan tahun baru tiba.

Perlu diperhatikan, sebenarnya diluar spesial moment tersebut banyak juga orang yang akan mencari parsel untuk kepentingan lain seperti acara pengantin, kelahiran bayi, acara kantor, pindah rumah, mengunjungi kerabat dsb, namun mereka kesulitan membeli parcel karena jarang ada toko yang menyediakan / mendisplay parcel diluar hari raya / tahun baru. Padahal bagi orang awam, dalam merangkai parsel pasti mereka akan kesulitan sehingga mereka akan memilih ‘beli parsel’ untuk praktisnya.

Nah!! disini peluang bisnisnya…
Anda yang mungkin sudah memiliki usaha (toko misalnya) bisa membuat bisnis parcel ini sebagai bisnis sampingan Anda. Sedangkan Anda yang ingin ‘coba-coba’, tak ada salahnya menjadi pelopor Toko Khusus Parcel’ artinya Anda melayani khusus bingkisan Parcel aneka acara sesuai pesanan pelanggan.

JENIS PARCEL

1. Parsel Lebaran / Idul Fitri

Anda tentu bisa meraup untung banyak dengan memanfaatkan hari raya Idul Fitri dengan menyediakan aneka parcel pilihan. Hiasi parcel ini dengan ornamen-ornamen bernuansa islami.
Beberapa ragam isi parcel untuk moment ini adalah :
• 1 set perlengkapan shalat (sajadah, sarung, mukena, baju koko, peci, Al Qur’an. tasbih)
• 1 set pecah belah (cangkir, piring dsb)
• 1 set perlengkapan dapur (aneka panci berbagai ukuran dsb)
• makanan / minuman.

Untuk parsel aneka makanan / minuman ini Anda bisa menyesuaikan dengan kreativitas Anda sendiri,karena banyak sekali ragamnya. Tapi tentunya saya tetap akan memberikan beberapa pilihan untuk Anda :
• Aneka kue
• Cake
• Snack
• Aneka jajanan tradisional daerah (sesuai daerah Anda / daerah lain)
• Hantaran makanan siap saji khas daerah yang awet disimpan, seperti Rendang ayam/daging/paru, kering tempe/kentang/teri kacang, keripik dll.
• Masukkan aneka makanan tsb kedalam toples bening (kaca/mika) dan hias secantik mungkin.

2. Parsel Natal

Parsel Natal sebenarnya tak beda jauh dengan parcel Lebaran. Hanya saja Anda harus menambahkan pernak pernik Natal dan ornamen-ornamennya sebagai hiasan. Biasanya sih identik dengan warna hijau / merah, namun tak ada salahnya Anda mencoba kreasi warna sendiri agar tampil beda dengan yang lain.

3. Parsel pengantin

Nah ini yang saya maksud parcel tak hanya laku di waktu hari raya saja. Untuk acara pengantin, banyak juga orang yang akan mencari parcel untuk acara ‘seserahan’ atau mungkin juga saat lamaran. Umumnya parcel ini berisi :
• Perlengkapan pengantin wanita seperti : 1 set peralatan make up, kain kebaya, selop/sandal/sepatu, aksesori, uang mahar dsb.
• Untuk daerah tertentu ada juga yang membutuhkan parcel berisi perlengkapan pengantin laki-laki,antara lain berisi : perlengkapan baju laki-laki, sarung, peci, sandal/sepatu, baju koko dsb.
• Selain itu Anda bisa membuat ragam isi parcel lainnya sesuai dengan kegemaran si calon pengantin (konsultasikan dengan pelanggan Anda), seperti : seperangkat audio-compo/mp3/cd/kaset (bagi penggemar musik), aneka bacaan pilihan, dsb.

4. Parsel Kelahiran Bayi

Umumnya berisi perlengkapan bayi seperti :
• Peralatan makan
• Peralatan mandi
• Gendongan
• Bantal, Guling, Selimut Bayi
• Baju Bayi
• Asesoris bayi seperti topi, sarung tangan & kaki, sweater / jaket rajut dll.

Buat tampilan parcel bayi ini lain daripada yang lain agar calon pelanggan terpikat dengan karya Anda. Buat semeriah mungkin dan menggemaskan, dengan aneka warna didalamnya. Tambahkan anke balon warna warni atau mainan bayi dan boneka.

5. Parsel Acara Khusus

Parcel khusus ini dibuat sesuai permintaan order pelanggan. Sesuaikan dengan acara dan permintaan pelanggan.Atau bisa juga Anda menanyakan kesukaan / kegemaran si penerima parcel. Aneka parcel inspirasi Anda misalnya:
• Aneka parcel Hobby seperti fotografi, memasak, otomotif, musik, film, berkebun, menjahit dsb.
• Aneka tanaman hias dalam pot
• Aneka peralatan memasak
• Aneka makanan tradisional
• Aneka Assesoris
• Aneka buah
• Aneka produk kecantikan

PERSIAPAN & MODAL
• Kreativitas adalah modal yang diutamakan selain dana. Isi parcel yang ditawarkan di pasaran boleh saja sama, namun cara pengemasannya yang akan membuat tampil beda hingga dapat menarik minat konsumen.
• Tempat untuk meletakkan / mendisplay parcel yang belum laku/terkirim.
• Simpan dan tata serapi mungkin peralatan aneka assesoris parcel, sehingga ketika Anda membutuhkannya untuk membuat parcel lainnya, Anda bisa menggunakan bahan yang ada terlebih dahulu.
• Kendaraan untuk mengantar parcel, jika memungkinkan Anda bisa mengantarkannya sendiri untuk menghemat biaya sopir / kurir. Jangan lupa untuk memasukkan biaya pengantaran termasuk kendaraan dan bbm ke dalam hitungan modal awal parcel dan harga parcel yang dijual.
• Peta lokasi pengantaran. Setidaknya Anda memiliki peta daerah sebagai panduan Anda dalam mengantar parcel.
• Siapkan modal untuk membeli perlengkapan aneka wadah parcel seperti keranjang rotan dan kayu, kardus cantik, toples aneka model dan ukuran, pita aneka jenis dan warna, kertas kado, plastik kado pembungkus, gunting, selotip, double tape.
• Contoh untuk sketsa Anda :
• Modal awal untuk membeli peralatan Rp. 500.000
• Modal awal untuk membuat 50 parcel cantik seharga @ Rp.100.000
• Jadi setidaknya Anda memiliki modal untuk membeli isi parcel sebesar 3/4 nya yaitu 3/4 x Rp.100.000 = Rp. 3.750.000]
• Buat aneka parcel Anda dengan tingkatan harga yang berbeda. Karena tak jarang konsumen mencari parcel dengan menyesuaikan budget mereka
TIPS DAN KIAT DALAM USAHA PARCEL
• Carilah sumber barang isi parcel yang bisa Anda beli dengan murah, tetapi tetap memperhatikan kualitas barang. Sebaiknya beli pada penjual pertama atau langsung dari yang memproduksi akan lebih baik. Ini akan menambah keuntungan yang Anda.
• Tingkatkan kreativitas Anda dalam merangkai dan membungkus parcel. Anda bisa membeli buku panduan atau belajar sendiri. Browsing di internet untuk menambah pengetahuan Anda tentang perkembangan trend parcel terkini.
• Buatlah tampilan parcel semenarik mungkin, usahakan buat jauh lebih beda dan lebih baik dari pasaran yang ada. Padu padankan aneka warna dan aneka assesoris tentunya akan menambah nilai jual.
• Untuk makanan siap saji, Anda bisa menyimpannya dalam wadah / toples yang telah Anda hias sendiri. Ini akan membuat tampilan parcel terlihat beda di pasaran.
• Tawarkan usaha Anda ini pada rekan, kerabat, dan saudara. Buktikan kalau parcel Anda berbeda dan unik.
• Siapkan media promosi seperti foto aneka parcel kreasi Anda atau brosur. Jangan pernah letih untuk menyebar brosur Anda dan meng update setiap beberapa bulan sekali.
• Terus belajar dan gali ide Anda
• Bagi Anda yang fokus terhadap usaha parcel, siapkan showroom dengan ruangan kaca untuk mendisplay parcel Anda sehingga menarik minat orang-orang yang melewati toko Anda. Anda tak harus memiliki barang-barang isi parcel di toko Anda, karena Anda bisa order isi parcel ke tempat lain secara mendadak.
Cukup menarik bukan bisnis parcel ini? oke, jika anda ingin menambahkan, mengoreksi, atau anda punya ide lain? silahkan Anda tinggalkan komentar dibawah ini.

Anda Sudah Yakin Dengan Impian Anda?

Ada perbedaan jauh antara keyakinan pada level pikiran sadar Anda dibanding keyakinan pada level pikiran bawah sadar Anda.

Melanjutkan artikel saya di sini.

Ada perbedaan jauh antara keyakinan pada level pikiran sadar Anda dibanding keyakinan pada level pikiran bawah sadar Anda. Pernahkah Anda menjawab begitu yakin ketika ditanya seseorang tentang impian Anda, tetapi dalam hati ada perasaan tidak enak atau ada suara kecil yang berkata “halah, kamu aja gagal terus, mana mungkin bisa!”? Itu artinya pikiran bawah sadar Anda mencoba berkomunikasi melalui intuisi dan perasaan berupa sensasi, psikis/emosi (rasa tidak enak, tidak nyaman), atau sensasi fisik (badan meriang atau berkeringat).

Apabila pikiran bawah sadar bentrok dengan pikiran sadar, yang menang pasti pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar lebih kuat 9 kali lipat pikiran sadar.

Jadi apa yang harus dilakukan? Anda harus cek dulu apa yang ingin disampaikan pikiran bawah sadar. Perasaan tidak enak dan hambatan-hambatan ini yang disebut Mental Block.

Cara sederhana adalah melakukan Tapping (akan saya bahas di artikel selanjutnya), atau melakukan affirmasi positif (pengulangan kata-kata deklarasi ke diri sendiri).

Wah, saya sudah melakukan affirmasi setiap saat pak, tapi kok ya gak tembus-tembus?

Nah, lho.. Menurut Adi W.Gunawan, ada kemungkinan Anda ngotot sama impian Anda itu. Semisal Anda melakukan affirmasi : tahun depan saya mau punya mobil Honda City terbaru warna silver. Nah, pada akhir tahunnya, Anda masih menunggu Honda City warna silver, tetapi tak kunjung dapat. Anda pun menyalahkan diri sendiri dan orang lain (termasuk saya, gak khan?). Atau kasus yang seperti saya alami, saya merasa tidak nyaman ketika mengucapkan affirmasi itu. Lalu apa yang salah?

Anda lupa bahwa Anda harus pasrah dalam berdoa dan meminta sesuatu. Sudah lupa urutannya? Meminta – Imani – Pasrah – Dan Bersyukur seolah sudah menerimanya. Bisa jadi pada permintaan Anda terlalu memaksa. Padahal yang mungkin terjadi, Anda mendapat mobil Honda Accord terbaru, atau bahkan mobil Mercedes 2 pintu! Karena Anda ngotot harus mendapat mobil Honda City, ya yang lain lewat.. hehe..

Jadi, ganti kata-kata affirmasi Anda menjadi.. Saya memilih untuk mendapatkan ….. atau lebih baik lagi.

Sederhana khan?

Coba praktekkan, dan ceritakan ke saya hasilnya.

Mempunyai Tujuan/Impian, Sudahkah?

Contoh lain, pernahkah Anda terbayang suatu pertandingan bola tanpa ada gawang di sisi – sisi lapangannya? Para pemain hanya berlarian memperebutkan bola. Gak seru bukan? Hehe..

Contoh klasik adalah ketika Anda akan naik taksi. Ketika ditanya oleh sopir taksi, Anda tidak bisa menjawab tujuan Anda. Lalu si sopir akan bertanya berapa banyak uang yang Anda bawa. Dia akan membawa Anda berputar-putar tanpa tujuan sampai uang yang tertera di argo sejumlah uang yang Anda miliki. Taksi akan berhenti dan Anda akan diturunkan di tempat yang Anda tidak ketahui bahkan tidak Anda sukai. Waktu dan uang habis begitu saja tanpa disadari.

Contoh lain, pernahkah Anda terbayang suatu pertandingan sepak bola tanpa ada gawang di sisi – sisi lapangannya? Para pemain hanya berlarian memperebutkan bola. Gak seru bukan? Hehe..

Kadang orang lupa untuk mempunyai tujuan dalam hidup ini. Mereka hanya berlomba-lomba mencari uang yang habis setiap bulannya untuk membayar cicilan liabilitas atau membiayai gaya hidup yang ‘wah’.

Lalu harus bagaimana dong?

Anda sudah punya impian? Oh, sudah dong! Oke, checked.

Anda sudah tulis impian tersebut? Wah belum tuh pak. Nah, ini yang harus Anda lakukan berikutnya. Impian Anda harus pribadi, bermakna dan sesuai dengan kebutuhan/tujuan hidup Anda (jangan mencontek impian orang lain lho ya..). Apabila Anda sudah puas dengan menjadi orang terkaya sekeluarga atau orang terkaya sekampung, ya sudah. Beda halnya kalau Anda membandingkan dengan impian Donald Trump. Menuliskan Impian itu berarti mengunci target pikiran bawah sadar untuk mengejarnya.

Oke, berarti mempunyai impian dan menuliskannya sudah Anda lakukan

Nah, ada 8 aspek kehidupan yang bisa Anda kejar :

1.       Aspek Spiritual. Anda ingin menjadi manusia seperti apa? Tahun ini? 5 tahun lagi?

2.       Aspek Finansial. Berapa target penghasilan yang ingin Anda capai? Apakah  akhir tahun ini? 5 tahun lagi? 10 tahun lagi?

3.       Aspek  Bisnis dan Karier. Bagaimana Anda ingin bisnis atau karier Anda maju? Apakah Anda akan mengambil studi lagi ke arah spesialisasi?

4.       Aspek keluarga. Untuk Anda yang belum berkeluarga, mungkin tujuan selanjutnya adalah pernikahan. Atau yang sudah berkeluarga, apakah mempunyai anak lagi (asal jangan mempunyai istri lagi, hehe..), bagaimana hubungan Anda dengan anak-anak dan pasangan.

5.       Aspek Pengembangan Diri. Baik fisik maupun psikis. Misalnya jadwal olah raga rutin, makanan kolesterol yang harus Anda hindari.

6.       Aspek Liburan dan Petualangan.

7.       Aspek Sosial. Mungkin Anda ingin membangun panti asuhan.

8.       Aspek Materi. Bisa rumah, mobil. Bisa saja disebut mainan.

Impian Anda juga harus update, karena sesuai dengan level kesadaran Anda saat itu. Mungkin ketika single Anda punya mimpi untuk punya moge (motor gedhe) Harley. Tetapi ketika Anda sudah berkeluarga, impian pun otomatis berubah menjadi punya mobil keluarga seperti Alphard atau Mercedes.

Nah, mumpung masih ada kurang lebih 3 minggu lagi sebelum kita menginjak tahun 2011, yuk kita tulis impian kita, pasrah dan biarkan Tuhan atau alam semesta menjawabnya.

Mau tahu rahasia menanamkan impian Anda ke alam bawah sadar? baca di sini ya..

Ciputra: Kita Terlalu Banyak Ciptakan Sarjana Pencari Kerja!

Pengusaha Ciputra mengatakan, akar musabab kemiskinan di Indonesia bukan semata akibat akses pendidikan, karena hal itu hanya sebagian,

Pengusaha Ciputra mengatakan, akar musabab kemiskinan di Indonesia bukan semata akibat akses pendidikan, karena hal itu hanya sebagian, melainkan karena negara tidak menumbuhkembangkan entrepreneurship dan jiwa entrepreneur dengan baik pada masyarakatnya.

“Kita banyak menciptakan sarjana pencari kerja, bukan pencipta lapangan kerja, itu membuat masyarakat kita terbiasa makan gaji sehingga tidak mandiri dan kreatif,” ujar Ciputra di hadapan peserta seminar “Entrepreneurship Inspiring Our Journey” yang digelar di SMA Kolese Kanisius, beberapa waktu lalu

Entrepreneur atau wirausahawan, kata pria yang akrab disapa Pak Ci’ ini, adalah seseorang yang mampu mengubah kotoran atau rongsokan menjadi emas. Dengan demikian, kata dia, negara selama ini hanya mencetak begitu banyak sarjana yang hanya mengandalkan kemampuan akademisnya, tetapi menjadikan mereka lulusan yang tidak kreatif.

“Malaysia punya lebih banyak wirausahawan daripada Indonesia, kini mereka lebih maju karena pendapatannya yang empat kali lebih besar dari Indonesia,” ujar Pak Ci’.

Makin banyak entrepreneur, sejatinya semakin makmur suatu negara. Ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) David McClelland pernah menjelaskan bahwa suatu negara disebut makmur jika minimal mempunyai jumlah wirausahawan minimal 2 persen dari jumlah penduduk di negara tersebut.

Menurutnya bahwa pada 2007 lalu AS memiliki 11,5 persen wirausahawan di negaranya. Sementara itu, Singapura memunyai 4,24 juta wirausahawan pada 2001 atau sekitar 2,1 persen. Namun, empat tahun kemudian jumlah tersebut meningkat menjadi 7,2 persen, sedangkan Indonesia hanya memiliki 0,18 persen jumlah wirausahawan.

“Negara kita terlalu banyak memiliki perguruan tinggi dan terlalu banyak menghasilkan sarjana, tetapi sayangnya tidak diimbangi dengan banyaknya lapangan kerja,” tandasnya

Akhirnya banyak melahirkan pengangguran terdidik, tahun 2008 kita punya 1,1 juta penganggur yang merupakan lulusan perguruan tinggi. Data tahun 2005/2006, misalnya, lanjut Antonius, terdapat 323.902 lulusan perguruan tinggi yang lulus. Kemudian dalam waktu 6 bulan dari Agustus 2006 sampai Februari 2007, jumlah penganggur terdidik naik sebesar 66.578 orang.

“Generasi muda kita tidak memiliki kecakapan menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri karena mereka terbiasa berpikir untuk mencari kerja,” ujarnya

Saatnya Pemuda Indonesia jadi Usahawan

81 tahun lalu, pemuda Indonesia menjadi pelopor dalam kebangkitan bangsa dalam bidang politik. Sekarang, diharapkan menjadi pelopor dalam usaha membangun bangsa yang sejahtera dengan menjadi wirausahawan (entrepreneur). “Menjadi perombak menuju bangsa yang sejahtera, bukan merdeka, karena kita sudah merdeka. Caranya adalah menciptakan peluang kerja bukan mencari kerja,” kata Ciputra

Menurutnya berdasarkan data Februari 2008 ada 1,1 juta pengangguran lulusan perguruan tinggi. Jumlah ini terus naik, karena menciptakan sarjana mudah, tapi untuk menciptakan sarjana yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan adalah kerja yang tidak sederhana. “Ada penelitian yang mengatakan 3 dari 10 tukang ojek adalah sarjana,” ungkap Ciputra.

Lebih lanjut, ia menuturkan, ada 2 alasan mengapa generasi muda sekarang sulit menjadi usahawan. Pertama, karena kita telah dijajah selama 350 tahun. Selama masa itu kita tidak diberi kesempatan untuk menjadi usahawan, kecuali orang Tiongkok dan India. Kedua, pendidikan kita mengarahkan peserta didik untuk menjadi pekerja bukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan. “Minimal 2 persen penduduk menjadi entrepreneur. Tapi Indonesia baru 0,18 persen atau 400.000 orang yang seharusnya 4,4 juta,” tutur Ciputra.

Untuk itu, ia berharap supaya generasi sekarang mampu memacu dirinya untuk menjadi usahawan. Sehingga mampu mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Peringatan Sumpah Pemuda menjadi saat yang tepat untuk memulainya.

Tak Lelah Beramal

Semakin tua, semakin sibuk, tak membuat Ciputra (78) kelelahan. Dari hari ke hari waktunya lebih banyak untuk memaparkan gagasan, menebarkan virus entrepreneurship. Semangat kewirausahaan.

Tampil dalam berbagai seminar dari pergutuan tinggi satu ke perguruan tinggi lain, dialog jarak jauh, dan bahkan narasumber di Universitas Ciputra Entrepreneurs Center (UCEC), Ciputra tak hendak cari uang.

“Ini masanya untuk beramal, menularkan gagasan. Tak ada kata lelah untuk beramal, berbuat untuk kepentingan bangsa. Bagaimana mengubah masa depan bangsa dan masa depan anak bangsa, menjadi semakin lebih baik,” ujarnya,

Beramal dengan gagasan, dengan waktu, dan dengan uang, diyakini Ciputra membuat dia mendapatkan lebih banyak dari apa yang dia berikan. Setidak-tidaknya karunia kesehatan dan kesempatan menularkan pengalaman dan gagasan.

“Sudah sejak tiga tahun lalu, saya selain mendidik calon-calon entrepreneurs dan menyiapkan para pendidik/pelatih entrepreneurs, juga minta waktu sejumlah menteri agar turut mendorong dan memasukkan gerakan entrepreneur dalam program-programnya,” ungkap Ciputra.

Go, Pak Ci!

Semoga panjang umur dan sehat selalu untuk terus berkarya bagi Indonesia!

7 Principles of Entrepreneurship the CiputraWay

The Ciputra Way

Anda tahu Ciputra? Ir. Ciputra (lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931; umur 79 tahun) adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.

Pada tahun 1997 ketika krisis ekonomi melanda Asia, krisis tersebut juga menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu, Bank Ciputra yang didirikannya ditutup oleh Pemerintah karena dianggap tidak layak, dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis menjelang krisis pun ikut ditutup. Tetapi berkat kepercayaan dan kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.

Berikut adalah prinsip-prinsipnya dalam berwirausaha :

The 7 Principles :

  1. Definition
  2. Purposes
  3. Traits
  4. Roles
  5. Strategies of Learning
  6. Essential Subjects
  7. Dr. Ir. Ciputra’s 7 Questions

1 Definition

Entrepreneurs transform TRASH into GOLD (Dr. Ir.Ciputra)

2 Purposes

  • Entrepreneurial Person
  • Entrepreneurial Community or Organization/State

3 Traits

  • Innovation
  • Opportunity Creation
  • Calculated Risk Taking

4 Roles

  • Business Entrepreneur
  • Academic Entrepreneur
  • Government Entrepreneur
  • Social Entrepreneur

5 Strategies of Learning

  • Creative Critical Constructive Imagination
  • Entrepreneurial Real Life Experience
  • Educative Disequilibrium Conditioning
  • Coaching and Mentoring with Collaboration and Competition
  • Community and Market Impact and Involvement

6 Essential Subjects

  • Essential Marketing
  • Entrepreneurship Operational Management
  • Entrepreneurship Life Skill
  • Ethics & Ethos
  • Entrepreneurship Financial Literacy
  • Essential Business Plan

Dr. Ir. Ciputra’s 7 Questions

  • Are you Passionate?
  • Do you see a big opportunity creatively to serve the market (a possible Blue Ocean Business)?
  • Do you have an innovative product that your market can not say no?
  • Do you have the capacity to market the product effectively?
  • Do you have the capacity to make the product available efficiently?
  • Do you know the cheapest way and the least risk to get the “gold” of the opportunity?
  • Do you dare to take the risk of hard-work, financial risk and mental risk?

Diambil dari sini, dan sini

Apa kata Ciputra tentang pemuda Indonesia masa kini? Baca selanjutnya di sini..

Langkah-langkah Bisnis Laundry

Tertarik pada bisnis Laundry? Baca lebih lanjut yuk..

LATAR BELAKANG PEMILIHAN USAHA LAUNDRY KILOAN

1. Memanfaatkan gaya hidup malas mencuci.

2. Perubahan gaya hidup  dan tuntutan kesibukan, banyak mahasiswa, karyawan, dan ibu rumah tangga, yang tidak memiliki waktu untuk mencuci pakaian mereka, dan menyerahkannya pada usaha laundry kiloan.

3. Kondisi cuaca saat ini yang mengakibatkan pakaian sering lebih mudah menjadi kotor, bahkan dimusim penghujan, dengan mencuci manual pasti akan sulit menjadi kering, oleh karenanya banyak yang menyerahkan pakaian kotor mereka ke laundry-laundry.

4. Trend mencuci di laundry sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

KUNCI SUKSES USAHA LAUNDRY KILOAN

1. Tempat yang dan nyaman.

2. Pelayanan yang cepat, cermat, dan memuaskan (mengutamakan kualitas).

3. Pemilik pakaian biasanya menginginkan pakaiannya bersih, rapi, dan harum.

4. Harga terjangkau

5. Menggunakan bahan-bahan yang tidak menimbulkan kerusakan warna atau bahan pakaian.

6. Tersedia area basah dan area kering, sehingga tidak mengganggu proses pencucian, proses pengeringan, dan proses setrika.

7. Tersedia setrika uap yang dapat digunakan untuk menyetrika pakaian dari bahan khusus.

 

LAYANAN TAMBAHAN YANG PERLU DISEDIAKAN DALAM USAHA LAUNDRY KILOAN

?   Layanan antar jemput

?   Fasilitas kupon  bonus untuk konsumen yang sering menggunakan layanan,

USAHA LAUNDRY KILOAN

Yang menjadikan laundry kiloan ini special ialah harga jual jasa yang terjangkau, kualitas baik, proses pencucian dipisah-pisah masing-masing konsumen (tidak dicampur), layanan antar jemput, konsumen dapat memilih pewangi yang digunakan sesuai selera, lokasi usaha  yang mudah dijangkau konsumen, memiliki penampilan yang berbeda, memberikan kemudahan transaksi bagi konsumen, serta memberikan layanan one day service (satu hari selesai)

Peralatan-peralatan standar  usaha laundry kiloan yang perlu disediakan adalah sebagai berikut :

1. Mesin Cuci

2. Mesin pengering

3. Setrika

4. Timbangan digital

5. Seragam karyawan

6. Media promosi (banner, spanduk, brosur)

LOKASI & RUANG

1. Letak Lokasi

Berada didekat tempat pemukiman pendudk, seperti didepan komplek perumahan, didaerah asrama atau kost mahasiswa, atau berada dipinggir jalan utama.

2. Standar Kebutuhan Ruang

Luas ruang minimum : (lebar) 4 m x (panjang) 5 m

Note: Ukuran panjang dan lebar dapat sebaliknya.

3. Asumsi kebutuhan ruang:

– Ruang penerimaan pelanggan sekaligus ruang tunggu

– Ruang pencucian

– Ruang pengeringan

– Ruang setrika atau pengemasan

– Ruang administrasi

LINGKUP KERJA

Lingkup kerja meliputi :

1. Survey :

– Pemetaan pasar

– Persaingan

– Potensi

2. Sistem :

– Pembukuan sederhana

– Siklus kerja

– SOP (Prosedur Standar Operasi)

3. Pelatihan :

– Pelatihan karyawan / Buku panduan pelatihan

– Pengendalian sistem

– Pemasaran

– Pengamanan & pengendalian usaha

PEDOMAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PROYEK LAUNDRY KILOAN

LANGKAH DASAR

Penyusunan tim kerja

– Pimpinan proyek

– Disain interior

– Disain graphis

– Sistem dan keuangan

– Lapangan / pembelanjaan

– SDM

– Pemasaran

Penyusunan time schedule masing-masing bagian

a. Time schedule perencanaan I

– Gambar layout termasuk pengukuran

– Gambar disain interior

– Daftar barang belanjaan yang harus dibeli

Note:

Gambar harus mendapat persetujuan pimpinan

b. Time schedule perencanaan II

– Penentuan nama & tagline usaha

– Gambar disain neonbox / billboard

– Gambar disain stand banner

– Gambar disain spanduk atau alat promosi lain

– Rancangan seragam dan perlengkapannya

– Gambar lain yang diperlukan

Note:

Gambar harus mendapat persetujuan pimpinan

c. Time schedule tempat dan perlengkapan

– Batas waktu renovasi tempat

– Batas waktu pengadaan peralatan dan perlengkapan

d. Time schedule pelaksanaan

– Eksekusi layout dan disain interior yang telah disetujui

– Eksekusi disain graphis yang telah disetujui

– Pembelian dan penyerahan barang

– Rekruitmen pegawai

– Tes lapangan peralatan dan kesiapan kerja

– Pelatihan karyawan

– SOP keseluruhan

– Pra promosi

– Soft opening

– Promosi

– Grand opening

– Pengawasan dan pendampingan

Penyusunan Anggaran (Budgeting)

Anggaran yang ditetapkan meliputi :

– Anggaran pemesanan disain

– Anggaran transportasi dan akomodasi

– Anggaran pembelian barang

Note:

Harus dibuat jadwal pengeluaran dananya sesuai tanggal yang direncanakan

RINCIAN TUGAS

1. BAGIAN DISAIN INTERIOR

a. Gambar layout

– Menentukan alur masuk kendaraan, mulai dari masuk hingga keluar

– Menentukan posisi ruangan tunggu

– Menentukan posisi pelaksanaan pencucian

– Menentukan posisi finising

– Menentukan posisi kasir

– Menetukan posisi kasir

– Menentukan posisi perlengkapan pendukung (TV, Radio tape, dll)

– Menentukan posisi tempat penyimpanan peralatan dan perlengkapan

– Menentukan instalasi sesuai standar efisiensi dan kerapiha yang meliputi :

a. Sumber air

b. Penempatan mesin cuci

c. Penempatan mesin pengering

d. Penempatan setrika

e. Rak-rak tempat pakaian yang sudah bersih

f.  Kran-kran air

g. Kelistrikan

h. Alur pembuangan limbah hasil pencucian

Note :

Dalam menentukan layout harus dipikirkan benar terhadap efisiensi proses kerja, proses gerak, maksimalisasi ruangan, kemudahan proses, serta dampak terhadap  lingkungan.

b. Gambar disain interior

– Menentukan ukuran-ukuran secara pasti peralatan dan perlengkapan yang akan dibuat serta model yang akan diciptakan (meja kasir, ruang tunggu, dan lain-lain)

– Menentukan warna cat ruangan dalam dan luar

– Menentukan ornament-ornamen ruangan yang mendukung

2. BAGIAN DISAIN GRAPHIS

a. Gambar disain graphis

– Menentukan nama usaha serta taglinenya dengan persetujuan pimpinan

– Menentukan disain logo usaha

– Menentukan disain standbanner dan alat promosi internal pendukung

– Menentukan disain billboard / neonsign

– Menentukan disain seragam dan perlengkapannya

3. BAGIAN SISTEM DAN KEUANGAN

– Menentukan prosedur penerimaan klien

– Menentukan prosedur pelaksanaan kerja

– Menentukan prosedur penerimaan pembayaran

– Menentukan prosedur komplain klien

– Menentukan prosedur penetapan dan penghitungan bahan baku

– Menentukan prosedur pembelian kembali bahan baku

– Menentukan prosedur perawatan dan penyimpanan peralatan

– Menentukan prosedur jadwal dan siklus kerja karyawan

– Menentukan prosedur keuangan dan pengamanannya

4. BAGIAN PEMBELIAN DAN LAPANGAN

– Menentukan barang-barang yang akan dibeli

– Menentukan anggaran pembelian barang

– Melakukan pembelian barang-barang

– Melakukan pemesanan & pembelian barang permintaan disainer interior

– Melakukan pemesanan & pembelian barang permintaan disainer graphis

– Melakukan pengawasan instalasi tempat sesuai disain, baik interior ataupun graphis.

5. BAGIAN SDM

– Melakukan rekruitmen pegawai yang diperlukan

– Melakukan seleksi pegawai

– Melakukan pelatihan pemahaman usaha

– Melakukan pelatihan teknis pekerjaan secara keseluruhan

– Melakukan pelatihan mental & customer satisfaction

– Melakukan kontrol terhadap perkembangan SDM

6. BAGIAN PEMASARAN

– Menentukan strategi pemasaran pra operasi

– Menentukan strategi pemasaran operasi

– Menentukan strategi pemasaran pasca

7. PIMPINAN PROYEK

– Mengawasi secara keseluruhan proses pelaksanaan pekerjaan

– Mempertanggungjawabkan hasil kerja kepada perusahaan

– Mempertanggungjawabkan kinerja keuangan proyek kepada perusahaan

– Mengeksekusi komplain tim proyek

DAFTAR BARANG YANG DIPERLUKAN

Daftar barang yang diperlukan perlu ditentukan sesuai kebutuhan, yang ditetapkan oleh pimpinan proyek.

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) LAUNDRY KILOAN

KETENTUAN KARYAWAN

1. Bagian penerimaan pelanggan merangkap kasir

2. Bagian pencucian

3. Bagian setrika merangkap bagian pengemasan

4. Supervisor (jika diperlukan  dalam kasus ini untuk pembukaan laundry kiloan lebih dari satu dalam satu daerah domisili)

SISTEM KERJA

Dilakukan shift kerja dan rolling tugas agar lebih terkendali dan terkontrol

PROSEDUR PENANGANAN PELANGGAN

TAHAP I

Penerimaan Pelanggan

Dilakukan oleh bagian penerimaan pelanggan merangkap administrasi / kasir

1. Cucian kotor diterima oleh bagian penerima pelanggan.

2. Penerima pelanggan wajib menanyakan mengenai pakaian yang akan dicuci, apakah ada yang mudah luntur warnanya, atau ada yang harus dicuci khusus untuk menghindari kesalahan pencucian.

3. Sambil menunggu cucian kotor ditimbang dan pembuatan nota, konsumen diminta menunggu ditempat yang telah disediakan.

4. Cucian tersebut kemudian ditimbang dan dihitung jumlah unit pakaian.

5. Setelah ditimbang, penerima pelanggan kemudian membuatkan nota pembayaran, nota tersebut berisi nama dan alamat pelanggan, berapa jumlah kilogram dan berapa jumlah unit pakaian yang akan di-laundry, dan berapa total pembayarannya, serta keterangan lain (jika diperlukan)

6. Jika terdapat layanan pemilihan pewangi pakaian, pelanggan dipersilakan untuk memilih pewangi sesuai yang diinginkan pelanggan. Dan ditulis dalam nota pembayaran tersebut.

7. Nota pembayaran rangkap ke-1 tersebut kemudian diberikan kepada konsumen.

8. Jika konsumen membayar lunas dimuka, maka nota tersebut dicap “LUNAS” oleh bagian penerimaan pelanggan.

9. Jika konsumen belum membayar, maka pembayaran dapat dilakukan pada saat pengambilan cucian.

TAHAP II

Pencucian

Dilakukan oleh bagian pencucian

1. Cucian ditempatkan dalam box khusus sesuai dengan nama konsumen

2. Untuk memudahkan identifikasi, setiap pakaian diberi nomor urut. Dan nomor urut tersebut ditulis pada nota rangkap ke-2.

3. Cucian yang mudah luntur dicuci tersendiri.

4. Proses cuci dilakukan dengan menggunakan mesin cuci yang tersedia dengan standar penggunaan bahan cuci yang tidak berbahaya, tidak menimbulkan kerusakan pada pakaian maupun warna pakaian.

5. Pengeringan cucian juga dilakukan menggunakan mesin cuci tersebut.

6. Jika proses cuci tersebut telah selesai, maka cucian bersih kemudian diambil dari mesin cuci dan dimasukkan kedalam box sesuai nama konsumen untuk selanjutnya disetrika.

TAHAP III

Setrika Cucian Bersih

Dilakukan oleh bagian setrika

1. Box berisi cucian bersih tersebut kemudian dimasukkan ke ruang setrika untuk disetrika.

2. Penyetrika harus menyetrika satu box sampai selesai sebelum beralih kepada box lainnya untuk menghindari tertukarnya pakaian antara konsumen yang satu dengan konsumen yang lain.

3. Cara menyetrika yang baik adalah dengan memperhatikan bahan kain yang akan disetrika, misalnya untuk bahan kain yang tipis atau sutra, cara menyetrika tidak boleh terlalu panas. Sedang untuk pakaian berbahan jins, setrika dengan panas secukupnya. Oleh karenanya pengetahuan tentang berbagai jenis pakaian atau kain mutlak untuk dimiliki.

TAHAP IV

Bagian setrika merangkap bagian pengemasan

1. Cucian yang sudah disetrika kemudian dikemas dengan menggunakan plastic kemasan tersendiri. Tujuannya adalah agar cucian tetap rapid an wangi sampai dengan diambil oleh konsumen.

2. Sebelum dikemas, bagian pengemasan harus memastikan bahwa pakaian yang dikemas telah sesuai baik dari segi nomor urut maupun jumlah pakaian, dicocokkan dengan nota rangkap ke-2.

3. Pengemasan tidak boleh dipaksakan, artinya pengemasan harus memperhatikan kerapihan pakaian yang telah disetrika. Jika satu kemasan tidak cukup, gunakan dua kemasan atau lebih. Misalnya : baju-baju kerja dikemas tersendiri, celana jins juga dikemas tersendiri.

4. Kemasan tersebut diselotip supaya rapi.

5. Setelah dikemas tersebut, cucian bersih kemudian dimasukkan dalam tas plastic berlogo khusus yang bagian luarnya telah ditempeli nota rangkap ke-2.

6. Setelah selesai, cucian bersih yang telah selesai dikemas tersebut kemudian ditempatkan pada ruang penyimpanan untuk memudahkan pengambilan.

TAHAP V

Serah Terima dan Pembayaran

Dilakukan oleh bagian administrasi / kasir

1. Konsumen yang akan mengambil cucian, diminta menunjukkan nota rangkap ke-1

2. Setelah itu petugas mengambil cucian pada tempat penyimpanan sesuai dengan nota yang ditunjukkan konsumen.

3. Jika konsumen belum membayar (nota belum di cao lunas), maka petugas wajib mengingatkan konsumen untuk melakukan pembayaran.

4. Setelah pembayaran selesai, nota tersebut di cap “LUNAS”

5. Kemudian cucian yang sudah selesai diproses tersebut kemudian diserahterimakan kepada konsumen.

6. Konsumen dipersilakan untuk mengecek pakaiannya, apakah telah sesuai.

7. Jika telah selesai, nota rangkap ke-1 (yang telah dicap “TELAH DIAMBIL” diserahkan kepada konsumen, sedangkan nota rangkap ke-2 diarsipkan sebagai bukti transaksi.

PROSEDUR KOMPLAIN PELANGGAN

Komplain diterima oleh administrasi / kasir / supervisor (jika ada)

Ditanggungjawabi oleh semua bagian yang terkait

1. Komplain kurang bersih langsung direspon dan dikerjakan pada bagian yang dikomplain dengan sungguh-sungguh, tanpa alas an apapun dan langsung dikerjakan.

2. Komplain pakaian yang dicuci rusak atau luntur, harus dipastikan hal tersebut akibat proses pencucian atau akibat pengerjaan. Jika benar, harus ditanggungjawabi supaya konsumen tidak kecewa.

3. Komplain pakaian hilang, harus dipastikan bahwa kehilangan tersebut akibat proses pengerjaan yang tertukar dengan konsumen lain. Jika benar, harus ditanggungjawabi supaya konsumen tidak kecewa disertai permintaan maaf bahwa hal tersebut bukan disengaja, dan memungkinkan untuk diberi voucer gratis untuk pencucian slanjutnya. Untuk meminimalisir komplain pakaian hilang, pada waktu serah terima pakaian yang telah bersih kepada konsumen, bagian kasir harus meminta konsumen untuk memeriksa terlebih dahulu sebelum meninggalkan tempat.

PROSEDUR BAHAN BAKU

Penetapan & Penghitungan

1. Bahan baku harus dihitung untuk beban per kilogram cucian agar dapat ditentuakan penggunaan bahan baku dan perkiraan biayanya.

2. Bahan baku yang dibeli harus dikemas perplastik takaran untuk per kilogram cucian, sehingga memudahkan ukuran bahan baku dalam melakukan proses pengerjaan pencucian.

3. Harga beli bahan baku dibagi jumlah plastik takaran yang dihasilkan untuk mendapatkan biaya bahan baku per kilogram cucian.

4. Bahan baku hilang atau berkurang tanpa sebab yang jelas menjadi tanggungan para karyawan.

Pembelanjaan Bahan Baku

1. Stok bahan baku harus dicatat dalam kartu stok agar pengeluaran bahan baku terkontrol.

2. Wajib melakukan pemesanan atau pembelian bahan baku jika stok  bahan baku sudah pada kondisi sisa maksimum 30%, minimum 20%.

 

sumber dari sini.

Mau tahu business plan laundry kiloan dan contoh perhitungan laba ruginya? Klik di sini ya..