KESEHATAN ITU MAHAL

lebih baik mencegah daripada mengobati..

Advertisements
foto pasien cuci darah / hemodialisis

Kemarin dulu aku sempat bertemu seorang pasien, sebut saja bapak Alex yang dirawat karena mengalami gagal ginjal dan gagal jantung. Ia menceritakan kisah hidupnya berdampingan hampir 15 tahun dengan penyakit diabetes. Pada awal divonis oleh dokter bahwa pak Alex menderita diabetes, dia tidak menghiraukan anjuran dokter untuk mengubah diet makanan rendah gula, mengkonsumsi obat penurun gula secara teratur, dan melakukan olahraga. Resikonya bertambah pula dengan berat badannya yang overweight. Pernah sepulang dari pesta, dia hampir pingsan karena tidak mengontrol makanan yang dia lahap. Sering pula dia merasa gampang letih dan bengkak-bengkak di kakinya. Alih-alih kontrol ke dokter, dia malah mencari pengobatan tradisional. “Masih mau makan enak”, alasannya ketika itu (maklum, kalau mendapat pengawasan terapi dari dokter, dia harus berhenti memakan terlalu banyak Karbohidrat dan makanan berlemak lainnya).

Seperti biasa, nasi telah berubah menjadi bubur. Setelah beberapa kali dirawat, dokter memvonis adanya penurunan fungsi ginjal dan penurunan fungsi jantung karena kadar gula tinggi yang tidak terkontrol merusak pembuluh darah yang vital. Mau tidak mau dia harus menjalani terapi cuci darah seumur hidupnya. Coba bayangkan berapa besar biaya yang harus dia tanggung. Seminggu sekitar 2 kali cuci darah. Sekali cuci darah biayanya 750 ribu. Jadi kurang lebih 72 juta setahun hanya untuk cuci darah saja. Belum kompensasi kesehatan lainnya. Ketika ditemui, tampak sekali raut penyesalan di wajah bapak Alex. Dia memberikan wejangan untuk tidak menyepelekan sesuatu hal, sekecil apapun hal itu, dan menuruti saran dokter sedini mungkin.

Banyak kasus juga, kebanyakan karena faktor biaya yang membuat pasien maupun keluarganya menolak untuk mengikuti saran dokter. Tetapi ketika kondisi pasien semakin memburuk, barulah keluarga memohon untuk diberikan terapi meskipun sudah terlambat. Hal ini malah membuat biaya pengobatan akan semakin mahal.

Jadi kesimpulan tetaplah Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati.

Author: Ron Leon

Dokter umum, pengusaha apotek, supplier batu split, supplier kerajinan batu marmer, supplier kotak kayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s