Peluang Usaha Bidang Makanan bag.1

Dari beberapa pengusaha, baik itu makanan atau bidang usaha yang lain, sebanyak 80% dari mereka gagal di tahun pertama dan kedua, sisanya 15-17%

Advertisements

Kemarin dulu, aku sempat survey ke Bali bersama teman dan istri. Kebetulan ada 2 temanku yang tinggal di Bali. Mereka memberikan insight-nya tentang bisnis makanan. Satu orang sempat menikmati nikmatnya berbisnis makanan, sedangkan teman yang satu lagi pengamat dan pemodal bisnis yang cukup brilian.

Dari beberapa pengusaha, baik itu makanan atau bidang usaha yang lain, sebanyak 80% dari mereka gagal di tahun pertama dan kedua, sisanya 15-17% gagal di tahun berikutnya sampai tahun ke empat. Hanya 3% yang bisa bertahan dan mencapai sukses. (diambil dari blog ini).

Hal ini diamini oleh pemilik warung makan Depot Asik di daerah Jimbaran, sebut saja Bu Ani. Menurut bu Ani, dia mulai menangguk keuntungan setelah kurang lebih 5-6 tahun menekuni bisnis makanan ini dengan omset 3-4 juta perhari. Awalnya dia sempat down ketika Bom Bali 1 membuat order di warungnya menurun dan pelanggan yang datang juga berkurang jauh. Beruntung (dibantu keteguhan hatinya untuk bertahan), pelanggan lama mulai kembali berdatangan. Bahkan ada yang meminjamkan modal untuk kerjasama membuka sebuah restoran di daerah Kuta, dan bertahan terus sampai membuka 2 cabang.

Dari beberapa sumber yang didapat, aku merangkum modal apa saja yang dibutuhkan untuk memulai bisnis makanan ini :

 

  • You have to start somewhere.

Iya, inilah modal awal yang dibarengi keberanian dalam menatap ketidakpastian dunia usaha. Bagaimana Anda mau memulai usaha bila hanya berkembang dalam impian atau perkataan saja?

  • Harus kuat modal.

Seperti yang sudah disinggung di atas, bisnis yang sukses harus mampu bertahan minimal 5 tahun. Memang tahun pertama dan kedua adalah yang terberat karena pelanggan belum mengenal produk kita. Sedangkan pengeluaran operasional sehari-hari terus berjalan, seperti pembelian bahan, ongkos transportasi, gaji pegawai, listrik, dll. Jadi perhitungkan kembali modal yang dibutuhkan selain modal awal, selama 2 tahun ke depan. Lalu bagaimana bila modal pas-pasan? Anda bisa memikirkan untuk memperkecil  resiko, let’s say sewa tempat yang kecil dulu, perabotan makan yang sederhana dulu, pegawai cukup 1 atau kalau sanggup urus sendiri lebih baik.

  • Lokasi, lokasi, lokasi.

Ini juga sangat penting (kalau jaman sekolah dulu ada istilah Lokasi menentukan prestasi, hehe.. lokasi tempat duduk dekat dengan teman yang pintar saat ujian). Penentuan lokasi harus disesuaikan dengan target pasar yang akan dibidik. Apakah anak sekolah? Atau pegawai kantoran? Atau anak muda yang sering hang out di klub malam?

  • Harus terjun langsung.

Selain bisa lebih kenal dengan pelanggan, kita akan lebih memahami seluk beluk dunia bisnis, sambil memantau arus kas masuk dan keluar

  • Teguh pada tujuan.

Kadang ketika kita terjatuh karena terantuk batu (apalagi di depan banyak orang), kita akan mengumpat, malu, membersihkan kotoran yang menempel, melihat luka yang ada. Tetapi kita tetap bangun dan berjalan lagi bukan? Seyogianya dalam berbisnis haruslah ada kemauan untuk bangkit berdiri lagi dan terus berjalan.

Bersambung..

Author: Ron Leon

Dokter umum, pengusaha apotek, supplier batu split, supplier kerajinan batu marmer, supplier kotak kayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s