Quotes of August 30th

I am always doing that which I cannot in order that I may
learn how to do it.
– Pablo Picasso

Advertisements

Obesitas dan Overweight

Kemarin malam saya bertemu seorang ibu-ibu berumur 80 tahun yang overweight duduk di kursi roda. Saking gemuknya dia bahkan tidak bisa berdiri untuk menimbang badannya. Saya jadi teringat film Johnny Deep berjudul What’s Eating Gilbert Grape,

Dimana dia berperan sebagai seorang anak dari ibu yang overweight. Setiap hari ibunya hanya tidur di atas kasur di lantai dua. Ironisnya ketika ibunya akhirnya meninggal mereka harus membakar seluruh rumahnya untuk meng-kremasi jasad ibunya.

Saya kemudian berpikir bagaimana bisa seseorang melampiaskan nafsu makannya sampai berat badannya sedemikian besarnya?

Sebagai contoh lagi dari dunia perfilman, saya pernah melihat aktor Christian Bale menguruskan 28 kg badannya di film The Machinist hanya dalam beberapa bulan sampai menjadi kurus kering tulang dibalut kulit.

christian bale

Ada beberapa yang menyebutkan bahwa kebiasaan makan berlebihan sejak kecil dan obesitas berhubungan dengan faktor psikologis (emosi, stress, depresi). Baca lebih lanjut di sini dan sini. Tetapi sebagai pribadi dewasa dan mengerti hal-hal yang baik dan buruk bagi tubuh, seharusnya obesitas bisa diatasi dengan keinginan kuat dari diri dalam masing-masing.

Nah, aktor saja bisa menguruskan badan atau menaikkan berat badan demi tuntutan akting. Bagaimana dengan Anda, yang notabene menguruskan berat badan demi kesehatan?

Marketing Rasa Takut

Ada satu bentuk promosi yang bisa dipakai sebagai marketing. Dalam hal ini sisi psikologis target pasar, yaitu rasa takut.

rasa takut

Ada satu bentuk promosi yang bisa dipakai sebagai marketing. Dalam hal ini sisi psikologis target pasar, yaitu rasa takut.

Rasa takut bisa tersamar dalam berbagai hal. Apakah rasa takut dengan masa depan, apakah rasa takut mengalami sakit, apakah rasa takut dengan keamanan, apakah rasa takut ketinggalan informasi atau trend, maupun rasa takut terhadap hal-hal di luar nalar.

Anda bisa melihat film-film horror yang laris di bioskop; seminar-seminar tentang kekayaan dengan peserta yang membludak; jumlah pengguna asuransi mobil yang naik setelah banjir besar melanda Jakarta; produk-produk suplemen kesehatan yang dicari banyak orang; bahkan Kafi Kurnia, pengarang buku Anti Marketing sampai berlangganan 5 koran dan 2 majalah karena rasa takut ketinggalan berita.

Yang menggelitik adalah rasa takut ketinggalan trend. Ada toko di Sydney yang khusus mencarikan sepatu-sepatu model terbaru dari seluruh pusat mode dunia, ataupun komunitas khusus perusahaan Sony untuk para pelanggannya yang superkaya berupa pemberitahuan produk elektronik terbaru sebelum dirilis ke pasar. Mereka berhasil memanfaatkan ceruk potensial pelanggan dalam hal trend atau mode.

Tetapi pada akhirnya orang akan memilih satu produk yang bisa dipercaya. Misalnya orang yang takut kelihatan tua kemudian mencoba berbagai macam produk sebelum akhirnya memilih hanya satu produk karena (takut) efek samping berbagai produk kosmetika, atau orang yang memilih tidak mengkonsumsi terlalu banyak suplemen karena (takut) merusak organ hati.

Masak rasa takut itu, beri bumbu, kemas dengan kemasan menarik, kemudian jual.

Disarikan dari buku Kafi Kurnia, Anti Marketing.