Tips Bagaimana Memulai Suatu Bisnis

Sama seperti ketika Anda belajar naik sepeda

Advertisements

Banyak buku yang membahas tentang cara-cara berbisnis, bagaimana memulai suatu bisnis, bagaimana membeli suatu bisnis franchise. Anda bisa membeli dan membaca semuanya bahkan tidak akan habis karena pasti akan bermunculan lagi buku-buku tentang bisnis lainnya.

Sama seperti ketika Anda belajar naik sepeda. Apabila Anda sangat takut jatuh, Anda bisa mengamati orang yang bersepeda dahulu, Anda bisa membaca buku atau melihat video cara orang bersepeda, Anda bisa belajar fisika mekanis, Anda bisa belajar reseptor tubuh tentang keseimbangan, Anda bisa membeli alat-alat penahan siku dan lutut serta helm, tetapi Anda belum benar-benar naik sepeda setelah Anda menginjak pedal dan mengayuhnya. Anda mungkin agak oleng, Anda mungkin sekali terjatuh, Anda mungkin perlu dua roda penyangga lagi, Anda mungkin perlu seseorang yang menyertai Anda, tetapi tetap Anda-lah yang harus mengayuhnya. Tidak ada cara lain.

Begitu juga dengan bisnis. Anda bisa mengamati orang yang sudah sukses berbisnis, Anda bisa belajar dari buku, Anda bisa bertanya atau minta bimbingan kepada mentor, tetapi Anda-lah yang harus memulainya.

Berikut beberapa tips :

  1. Jangan buat rencana bisnis terlalu muluk. Menurut seorang teman, ada 2 macam bisnis, Top Down atau Bottom Up. Apabila Anda masih belum punya apa-apa (modal, rekanan, pelanggan, supplier, tempat, dll.) mulailah dari yang bisa Anda lakukan dahulu, alias metode Bottom Up. Dengan Bottom up Anda meminimalisir kerugian dibandingkan Top Down yang prinsipnya membuka usaha dulu dengan modal besar baru kemudian mencari pelanggan.
  2. Buat visi, misi, dan tenggat waktu (jangka pendek, menengah, dan jangka panjang). Buat visi yang berguna bagi orang banyak. Buat rencana harian yang harus dilakukan untuk mencapainya (misi harian). Tentukan tenggat waktu, dan jalankan terus. (mungkin 1-2 tahun pertama belum menghasilkan, tetapi tetap konsisten di jalur itu)
  3. Mulai dari yang Anda bisa atau yang Anda suka. Kalau Anda belum bisa membuka jalan, tetaplah melakukan atau berlatih kesukaan Anda di sela-sela kesibukan sebagai karyawan.
  4. Fokus ke hal-hal yang menghasilkan setiap harinya. Anda akan kaget berapa banyak waktu habis percuma untuk hal-hal yang tidak produktif.
  5. Jangan besar pasak daripada tiang. Anda pasti menginginkan barang-barang ideal yang seharusnya ada. Misal meja kantor besar yang cantik, sekretaris pribadi, sepuluh orang karyawan. Apa yang benar-benar Anda butuhkan? Coba baca artikel berikut.
  6. Beri hadiah kepada diri Anda untuk setiap langkah yang telah sukses dilakukan.

Dikumpulkan dari berbagai sumber.

Semoga bermanfaat.

Author: Ron Leon

Dokter umum, pengusaha apotek, supplier batu split, supplier kerajinan batu marmer, supplier kotak kayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s