Antara Keinginan versus Kebutuhan

Kalau tidak menahan keinginan, bisa-bisa kebutuhan tidak tercukupi…

Advertisements
mobil - mobil baru

Keinginan berbeda dengan kebutuhan. Keinginan adalah sekejap gejolak perasaan, sedangkan kebutuhan diperlukan untuk hidup. Kalau tidak menahan keinginan, bisa-bisa kebutuhan tidak tercukupi. Kebutuhan dasar yang diperlukan seorang manusia untuk bertahan hidup adalah Oksigen, Air, Sandang, Pangan, Papan. Segala sesuatu di luar itu pada dasarnya adalah keinginan.

Ketika Anda tidak dapat membedakan antara keinginan dan kebutuhan, atau ketika Anda tidak dapat mengenali bahwa itu hanyalah suatu keinginan, Anda akan terus berharap dan akan terus menyesal.

Sebagai contoh, kalau Anda tidak mendapatkan suatu benda atau suatu keadaan yang Anda harapkan, bagaimana rasanya? Mungkin Anda harus bertanya kepada diri sendiri, apakah itu keinginan yang tiba-tiba muncul di kepala, atau keinginan setelah melihat atau mendengar iklan?

Aku juga sering tergoda untuk memiliki sesuatu yang tiba-tiba muncul di kepala, dan berseru..” Hey, mungkin barang ini akan menunjang bisnismu” (seperti beberapa seminar yang menurutku tidak perlu, atau buku-buku terbaru), atau “Hey, kamu bakal kelihatan lebih keren kalau pakai itu!” (seperti kemarin mau beli sepatu basket terbaru padahal yang sudah ada di rak sepatu baru beberapa kali pakai). Nah, ketika keinginan itu begitu menggebu-gebu, dan akhirnya tidak tercapai, Anda akan terus menyesal, dan kembali berharap. Dan kebahagiaan pun tampak begitu jauh.

Apa sih dasar dari keinginan itu sendiri? Menurut ilmu psikologi, keinginan muncul dari dalam diri yang menghendaki aktualisasi diri untuk menjadi lebih daripada orang lain, atau untuk menutupi perasaan ‘kekurangan’ yang ada dalam diri dengan mencarinya di luar diri sendiri. Kita mencari lewat iklan, mencari berbagai salon dan perawatan, mencari baju/tas/sepatu di Tanah Abang atau mal-mal terdekat. Suatu pencarian yang tidak berbatas (sementara masalah di dalam diri sendiri tidak dibereskan). Menurut Tung Desem Waringin, Anda membeli suatu barang baru yang tidak memenuhi kaidah kebutuhan, karena Anda ingin mengubah suasana hati Anda. Tapi itu sifatnya hanya sementara. Setelah beberapa hari/minggu/bulan Anda akan mulai bosan dan terbiasa dengan ‘mainan’ baru Anda. Entah mobil baru, Playstation 3 yang baru, sepatu baru, dan yang baru-baru lainnya (kecuali kebiasaan baik yang baru dan hidup yang baru, hehe..)

Lalu bagaimana dengan keinginan untuk bersedekah misalnya, ikut kegiatan sosial pengobatan gratis, atau membuat suatu bisnis yang bisa menghidupi banyak orang? Apakah itu perlu? ABSOLUTELY! Keinginan yang tidak berdasarkan Ego untuk diri sendiri haruslah diperjuangkan, karena kebahagiaan abadi ada di situ.

Happiness simply reside within you. Yes, you!

Jadi, bagaimana bilang bahwa enough is enough ?.. Bersambung ke sini

Author: Ron Leon

Dokter umum, pengusaha apotek, supplier batu split, supplier kerajinan batu marmer, supplier kotak kayu

3 thoughts on “Antara Keinginan versus Kebutuhan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s